Warga Rahayu Adukan JOBPPEJ ke DPRD Provinsi

oleh

Lintasbojonegoro.com – Warga desa Rahayu Kecamatan Soko mengadukan Operator migas blok Tuban Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOBPPEJ) ke DPRD Provinsi Jawa Timur Minggu (29/04/2018). Pengaduan itu disampaikan oleh kepala dusun Gandu desa Rahayu kepada anggota komisi B DPRD Provinsi Afwan Maksum, SE.

Kasun mengatakan, JOBPPEJ dinilai ingkar janji terhadap kompensasi yang menjadi hak warga.

Sebelumnya pada tahun 2017 lalu, warga Rahayu sudah menandatangani kesepakatan dengan JOBPPEJ, untuk bersedia menerima tali asih dengan syarat ada penelitian kembali terhadap flare, dengan dibiayai pihak JOBPPEJ.

” Penelitian itu sudah dihentikan karena diketahui flare masih melebihi ambang batas,” Kata Kasun

Selain itu biaya akomodasi terhadap penelitian tersebut dibayar oleh pihak desa. Padahal harusnya dibiayai oleh JOBPPEJ sesuai surat persetujuan pembayaran tali asih.

Menurut Kasun, jika dilihat dari hasil penelitian tersebut, maka JOBPPEJ harus kembali memberikan kompensasi ke warga. ” Makanya kita adukan ke DPRD Provinsi agar ada perhatian terhadap warga,” Kata

Anggota komisi B DPRD Provinsi Afwan Maksum, SE. datang langsung ke rumah Kasun untuk menerima pengaduan warga.

” Kita prihatin terhadap permasalahan ini, apalagi tadi katanya 2 tahun sempat tidak ada pembayaran hingga diganti tali asih,” Ujar Afwan Maksum.

Afwan mengatakan, akan langsung menindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke JOBPPEJ, dinas lingkungan hidup provinsi dan SKK Migas.

Sebagai wakil rakyat dapil Bojonegoro – Tuban ia berjanji akan mengawal permasalahan ini hingga tuntas. ” Selama ada flare harusnya warga tetap mendapatkan kompensasi,”Tegasnya.

Kader PDIP Perjuangan tersebut juga menyampaikan, kedepan jika calon gubernur Gus Ipul dan mbak Puti mendapatkan amanah dari warga Jatim. Akan ada perhatian lebih terhadap warga sekitar pengeboran migas.