Warga Kadung Rejo Bourno Di Duga Tenggelam Di Sungai Bengawan Solo

oleh

Seorang warga Dusun Krandon RT 007/RW 003, Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kastur (53), menghilang saat sedang mandi dan mencari batang kayu Senin (9/4/2018) jam 11.30 wib siang tadi dan sampai sekarang masih belum ditemukan.

Kastur diduga tenggelam di Sungai Bengawan Solo saat mencari batang kayu, dan tim SAR gabungan bersama warga masih menyisir Bengawan Solo untuk mencari korban.

Kapolsek Baureno, AKP Marjono menerangkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait orang hilang yang diduga tenggelam di sungai Bengawan Solo, turut wilayah wilayah Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro.

“Saat dilaporkan, keluarga korban dan warga sekitar sudah berupaya mencari korban di sekitar lokasi kejadian,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, bahwa kronologi tenggelamnya korban bermula, Pada hari senin tanggal 09 April 2018 sekira jam 11.30 WIB, Saudara Saksi Maslim (saudara ipar korban) menunggu korban yang sedang mandi dan cari kayu bakar di Sungai bengawan solo turut Dusun Krandon Rt.06 Rw.03 Desa Kadungrejo Kec.Baureno namun ditunggu sampai jam 15.00 wib korban belum juga datang, kemudian saudara Maslim berusaha mencari dan mendapat kabar dari warga bahwa korban telah tenggelam di sungai. menurut keterangan saksi yang lain Saudari Siti Rukaya bahwa korban sempat berpapasan dengannya dan disapa “ados Tur” (mandi Tur?) dan korban menjawab “he’e” (Ya). Menurut keterangan Sdr Nadi, saat dirinya menambang pasir di Sungai Bengawan Solo, sempat melihat ada orang tenggelam dan minta tolong, kemudian Saudara Nadi berusaha menolong dengan memberikan bambu panjang namun korban sudah tidak berdaya dan tenggelam. Selanjutnya pihak keluarga mengadukan peristiwa tersebut ke Saudara Bambang Suwanto selaku Kepala Desa Kadungrejo dan melaporkan kejadian ke Polsek Baureno.

“Sampai sekarang petugas Tim SAR gabungan dibantu warga masih terus melakukan pencarian dan hingga kini korban masih belum ditemukan,” jelas Kapolsek.

Gyo silalahi