Warga Bobol— Sekar Tidak Mau dikatagorikan Endemik Miskin

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — KEPALA Desa Bobol kecamatan,sekar Harinto, SH. Berharap Badan,Statistik untuk tidak memberikan label Sekar endemik kemiskinan, karena rumah lantai tanah bukan berarti miskin atau kurang pangan. Tetapi itu tradisi.

Desa Bobol dalam kurun waktu 4 tahun ini merupakan bagian dari sentra pemasok pangan nasional berupa jagung. Dalam,setahun desa bobol mampu,berkontribusi 2 x panen jagung, sekali panen lebih dari 1000 hektar dikalikan per hektar 4 – 5 ton, belum lagi ubi pohon/menyok. Dan juga sayur mayur berupa kacang panjang, kangkung cabut.”walau lantai tanah satu rumah minimal dua sepeda motor yang bagus bagus, dan hampir 22 % punya mobil, belum termasuk sapi dan kambing,”tolong,sampaikan pemerintah agar tidak memberi status Kecamatan Sekar terutama desa Bobol, endemik kemiskinan. Malu-malu in, kalau justru Bobol sebagai pintu gerbang Bojonegoro Selatan, justru telah SIAP. Ujar kades Bobol yang terkenal inovatif.

banner

Pertanian , perkebunan, peternakan maju yang,selalu ditempuh, karena dalam waktu,dekat Bobol sebagai pemasok bahan baku triplek, dengan andalan tanaman sengon bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Saradan. Juga juga sebagai pemasuk bahan baku untuk pembuatan Briqed pengganti batu bara, yakni berupa tanaman biomasa, disamping itu Bobol dekat jalur Trans Nasional, yang sebentar lagi bersolek mempercantik diri untuk jadi ampiran para wisatawan,domestik maupun manca negara, bila Gapura Anda,Masuk Kabupaten Bojonegoro, di Wilayah Selatan, yang berbatasan,dengan Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Madiun. “Sudah dalam konsep termasuk destinasi wisata yang,akan,disuguhkan. Tak lama lagi sebagian dusun desa,Bobol akan berdenah topofraphy mirip Kabupaten Tawangmangu Kodya Surakarta. Ok…?!”, Ulas Kades,Harinto, SH.

Seorang guru sekaligus pemerhati kemajuan pembangunan desa Bobol, Ahmad Setyawan, SP d. Menambahkan, “kondisi perekomonian walau desa terjauh dari ibukota kabupaten, memang biografi mayoritas petani tetapi pendidikan generasi muda sama sama sampai ke perguruan tinggi. Motor baru baru hampir tidak ada yang kredit. Alhamdulillah pak kadesnya Top, inovatif, peduli, tanggap , dan kuat disegala cuaca peradaban. Maka berfikir maju, dan warga pun tanpa enggan meng-amini, demi kemajuan desa Bobol. Dan melayani warga tanpa tebang pilih. Itulah hebatnya pak Harinto, SH.”…Bersambung…(Ekopurnomo)