Ujian Perangkat Desa di Kecamatan Dander Berjalan Sukses

  • Whatsapp

Sebanyak 11 Desa di Wilayah Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, menggelar ujian tulis calon Perangkat desa (Perades) secara serentak pada Rabu (21/10/2020). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut berjalan dengan baik dan sukses.

Muat Lebih

Diketahui ujian tulis yang diikuti 463 peserta yang memperoleh pengamanan ketat dari Linmas, Satpol PP, jajaran Polsek dan Koramil Dander itu, digelar di Gedung SMA Negeri 1 Dander.

Para peserta harus menyelesaikan sebanyak 75 soal selama 90 menit. Selain itu, protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 juga diterapkan kepada seluruh peserta dan panitia, serta pihak keamanan. Mulai dari pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun, pengecekan suhu tubuh, sampai jarak aman antar seluruh pihak.

Camat Dander, M. Hariyanto menuturkan, ada 23 kekosongan perangkat desa tersebar di 11 desa yang mengikuti ujian tulis perades di wilayah Kecamatan Dander. Yakni Desa Dander, Sumberarum, Jatiblimbing, Growok, Karangsono, Ngulanan, Sendangrejo, Ngablak, Mojoranu, Sumodikaran dan Sumberagung.

Rinciannya, dua lowongan Sekretaris Desa (Sekdes) di Desa Mojoranu dan Sumberagung, empat lowongan Kaur TU dan Umum di Desa Sumodikaran, Jatiblimbing, Ngulanan dan Ngablak, tiga lowongan Kasi Pelayanan di Desa Sumberarum, Karangsono dan Sumberagung. Empat lowongan kasun, masing-masing di Desa Dander, Mojoranu, Sumodikaran dan Jatiblimbing.

Kemudian dua lowongan Kasi Pemerintahan di Desa Dander dan Sendangrejo. Dua lowongan Kasi Kesra di Desa Ngablak dan Growok. Tiga lowongan Kaur Perencanaan di Desa Sendangrejo, Ngulanan dan Sumberagung. Tiga lowongan Kaur Keuangan di Desa Sumberarum, Sumodikaran dan Ngulanan.

“Alhamdulillah pelaksanaan berjalan aman dan lancar. Dari pengecekan suhu tubuh juga tidak ada laporan yang suhunya 38º,” demikian dikatakan Camat Dander, M. Hariyanto, kepada para awak media, di sela-sela kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua tim Desa Mojoranu Lukito mengungkapkan, koreksi ujian tulis dilaksanakan secara transparan dengan disaksikan perwakilan peserta satu orang per desa.

“Setelah selesai koreksi, pihak ketiga akan menyusun dan menyerahkan kepada tim desa.” Pungkasnya.

Pos terkait