Uang Pajak Ditilap, Warga Desa Tanjungharjo Paling Dirugikan

oleh

Lintasbojonegoro.com – Akibat ulah oknum PNS Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Suyono Hadi yang menilap uang pajak senilai Rp. 337.407.774, warga Desa Bendo, Wedi dan Tanjungharjo yang bakal menerima dampak kerugian.

Utamanya warga Desa Tanjungharjo kecamatan kapas, dimana uang PBB -P2 di desa tersebut paling besar ditilap, yakni sebesar Rp. 135.046.000, akumulasi dari tahun 2014 sebesar 50.546.000 dan 2015 sebesar 84. 500.000.

Sementara itu di desa Bendo juga cukup besar yakni kurang lebih Rp. 122.361.774, dan sisanya sekitar Rp. 80.000.000 di desa Wedi.

banner

Kepala Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas Suyono mengatakan, baru mengetahui permasalahan itu dari informasi pihak Bapenda. ” Kalau tidak dikasih tahu petugas Bapenda saya tidak tahu malahan, itu sudah lama,” Kata Kades.

Suyono mengaku heran dengan pihak kecamatan, kenapa sejak dulu tidak diberitahukan terkait belum terbayarkanya pajak tersebut. Karena biasanya tertempel di papan pengumuman desa yang belum terserap pajaknya.

” Saya kaget kenapa bisa nilainya ratusan juta, yang bersangkutan sempat saya peringatkan tapi ya masih belum mengembalikan,” Ujarnya.

Kades menambahkan yang paling dirugikan dalam hal ini adalah warga desanya. Warga yang sudah membayar pajak selama dua tahun tapi ternyata pajaknya ditilap oleh oknum PNS.

Karena uang pajak tertahan dan dianggap belum bayar, maka wajib pajak (warga) terkena denda yang nilainya bervariasi.
” Ada yang 100 ribu, ada juga yang sampai 700 ribu, mereka juga kaget kita yang kena imbasnya,” Keluh Kades.

Yang sering mengalami hal itu basanya adalah para warga yang mengurus sertifikat tanah dimana wajib melampirkan pembayaran pajak. Kades mengaku heran dengan kejadian ini, dan berharap segera terselesaikan.

Sementara itu kades Wedi kecamatam Kapas Mashuri menyampaikan hal serupa, bahwa warga desa yang dirugikan dalam hal ini.

Warga yang sudah taat pajak malah di denda gara – gara uang pajak tidak terbayarkan. ” Warga biasanya tidak mau untuk bayar denda, kita juga yang susah,” Kata Kades Wedi.

Pihaknya berharap yang bersangkutan segera menyelesaikan kewajibannya agar tidak timbul masalah berkepanjangan.

banner