TPPD Tidak Tahu Isi Perjanjian Antara Khamim dengan Unnes

oleh

LintasBojonegoro.com – Tim Pengisian Perangkat Desa (TPPD) yang memberikan kuasa kepada Drs. Khamim ternyata tidak pernah mengetahui isi perjanjian antara Khamim dengan pihak Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Fakta tersebut disampaikan katua TPPD desa Sumberharjo Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro Edi Setyo Budi saat sidang gugatan pengisian perangkat desa Rabu (25/04/2018) di PN Bojonegoro kemarin siang.

” Kita memang hadir saat penandatanganan perjanjian, tapi tidak pernah diberikan copy surat perjanjian,” Kata Edi.

banner

Sehingga pihaknya tidak mengetahui jika ada poin – poin yang berbeda dengan isi surat kuasa.

Pada sidang sebelumnya, saksi ahli menjelaskan bahwa ada isi surat perjanjian antara Khamim dengan pihak Unnes yang melebihi kewenangan dari surat kuasa yang diberikan.

Edi mengatakan, pihaknya masih berfikir bahwa kerjasama dengan Unnes adalah sebatas pembuatan naskah soal ujian dan kunci jawaban. Sedangkan saat diberitahu ada poin koreksi soal, dia berasumsi bahwa akan diadakan koreksi soal bersama – sama yang melibatkan TPPD.

Faktanya dalam pelaksanaan kata dia, hanya pihak Unnes yang melaksanakan koreksi soal. ” Dalam hati ini berlainan, tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa,”tuturnya.

Ketika kembali dicecar pertanyaan oleh hakim, kenapa TPPD tidak melakukan protes terhadap semua itu, Edi menegaskan bahwa usahanya selalu gagal.

” Biasanya kalau ada yang tidak pas, kita WA pribadi ke korcam, tapi selalu dijawab sudahlah ikut saja.” Tutupnya.

banner