Tidak Terbuka, Dirut BPR Tutupi Tingginya Rasio NPL

oleh

Lintasbojonegoro.com – Direktur Utama (Dirut) PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Sutarmini SE.MM. mencoba menutupi tingginya angka Non Performing Loan (NPL) pada bulan Agustus 2018.

” Kalau NPL kita gak bisa ngomong nilai, gak boleh,” Kata Sutarmini Usai Sosialisasi Perundang-undangan tentang BUMD Minggu lalu.

Hal itu berbeda dengan yang disampaikan oleh komisaris Independen PD BPR Bank Daerah Bojonegoro Gatot Sugiono.

banner

Dimana rasio NPL bukanlah sebuah rahasia sebagai bentuk transparansi Bank kepada masyarakat dan nasabah khususnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Gatot menyebutkan bahwa rasio NPL (Kredit bermasalah) pada bulan Agustus 2018 mencapai 27% dan merupakan yang tertinggi sepanjang tahun 2018.

Meski tidak menyebutkan rasio NPL, kata Sutarmini, NPL tinggi diakibatkan oleh para nasabah di bidang pertanian yang mengalami gagal panen.

” Nasabah kita kan banyak yang dari para petani,” Ujarnya.

Selain itu dari kurangnya aset nasabah, hutang nasabah di bank lain, hingga penilaian dari para AO yang tidak tepat.

Pihaknya sudah mengambil langkah untuk mengatasi rasio NPL tersebut. Diantaranya merescedule ulang kredit, memberikan perpanjangan jangka waktu pelunasan menyesuaikan kemampuan nasabah.

” Kita hitung kembali, kita berikan keringanan untuk memperpanjang pelunasan.”Pungkasnya.(Pin/Red).

banner