Tidak Ada Tambahan, PTSL Desa Mediyunan, Sukses Rp. 150.000

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Biaya untuk program PTSL di Desa Mediyunan Kecamatan Ngasem sesuai instruksi pemerintah yaitu sebesar Rp. 150.000.

Kenapa harus minta tambah, jikalau sesuai petunjuk Rp.150.000 sudah cukup.

banner

Ini perwujudan yang sangat bagus untuk ditiru, memberikan pelayanan pada warga, sesuai juknis biaya PTSL sesuai petunjuk Rp. 150 ribu. Cukup.

Berikut penuturan pembantu pelaksanaan panitia, “maaf yaa, kami,selaku kamituwo / kepala dusun, sedikit sedikit tahulah, karena secara formal tidak boleh terlibat dalam kepanitiaan PTSL, akan tetapi panitia bila melaksanakan tugas tentunya yaa butuh kasun, soale secara otomatis yang tahu batas wilayah endi sing diukur dan mana yang ora katut alias jim disik, istilahe wong jowo, ngenteni kamituwo sing ngerti tapal batase. Rak ngono to ?”. Ujar salah satu Kasun Desa Mediunan.

Di Desa mediyunan, semua seratus lima puluh ribu, tanpa ada embel embel, entah itu penduduk asli KTP mediyunan maupun luar pulau. Ibarat bis kota , jauh dekat sama saja. Soalnya, dari dana itu, cuma biaya pathok Rp.45 ribu, plus materai 6 ribu. Sisane untuk uborampe liya liyane lebih dari cukup. Lha embel embel bereng. Kecuali bila tambah pathok, kena tambahan Rp. 50 ribu, dapat 5 pathok, luwih murah, jenenge khan tambahan. Lha dening desa liyane jobone ngasem kog larang,akeh tambahane waah mosok iyo ?, mediunan Rp.150.000,- beres. Tapi luwih gamblange takon bosse (kades-red).

Menurut warga mediyunan yang enggan disebutkan namanya menambahkan, bahwa namanya program pemerintah yang terkesan memberikan kemudahan dan murah, seperti mediunan,sesuai petunjuk tehnis serta pelaksanaan ini cara benar. Warga mediyunan sangat berterima kasih pada pak kades Hariyadi selaku kades.

Kebijakan tanpa tambahan apapun, bila sesuai prosedur ini namanya berkesinambungan, dari pemeintah pusat ke tingkat desa, oleh kepala desanya dilaksanakan sesuai aturan. Yaa yang beginilah yaang benar. Nonsen jika desa lain yang mungkin lebih dari Rp. 150 ribu, kadesnya tidak tahu menahu. Kami selaku warga berterima kasih pada pak kades Hariyadi, beserta perangkat serta panitya PTSL. Walau penduduk luar desa tetep sama.

“Saya ya pernah dengar, kebijakan pak kades mediunan , yakni untuk apa tambahan lain, jika itu diplaning planing cukup, pemerintahan dhuwuran itu lebih pinter, lha gawe tambahan salah kedaden malah dadi molo, mandah nambakno. Aluk ora usah embel embel. Warga desa sendiri maupun luar desa, juga warga negara Indonesia. Golek tambahan rejeki aluwung kerja liyane, untuk apa minteri tanggane.”, kata warga mediunan dengan senang atas kebijakan kades Hariyadi.

Tetapi di desa lain kog ada yang lebih dari biaya yang ditentukan, itu memang panitia dan kadesnya menggunakan Aji mumpung ?, ikuti terus penelusuran Lintasbojonegoro.com. Edisi berikutnya.(Ek/Red).

banner