Terungkap, Ada Mekanisme Janggal Saat Penunjukkan UNNES

oleh

LintasBojonegoro.com – Sidang gugatan pengisian Perangkat Desa di Bojonegoro dengan agenda mendengarkan keterangan saksi kembali digelar pada Rabu (25/04/2018) siang di PN Bojonegoro.

Saksi pertama yang dihadirkan oleh tergugat 1 adalah Edi Setyo Budi selaku Ketua tim pengisian perangkat desa (TPPD) Desa Sumberharjo Kecamatan Sumberrejo Bojonegoro.

Dalam keasakisanya terungkap fakta bahwa dalam proses penunjukkan pihak ketiga Universitas Negeri Semarang (UNNES) ada mekanisme yang janggal.

banner

Dalam Perda nomor 1 tahun 2017 jelas, bahwa yang berhak menunjuk pihak ketiga adalah TPPD masing-masing desa. Faktanya setiap desa diwakili oleh Koordinator kecamatan saat menunjuk pihak ketiga.

” Padahal kata pihak kecamatan saat itu 3 orang korcam tidak menunjuk, hanya mendengarkan hasil musyawarah tapi kenapa menunjuk pihak ketiga juga,” Kata Edi.

Edi dan ketua TPPD desa lain di kecamatan Sumberrejo saat itu bertanya – tanya. Kenapa hak mereka untuk menunjuk pihak ketiga menjadi hilang, padahal dibentuknya korcam tujuannya bukan untuk itu.

Meski begitu Edi juga mengungkapkan, bahwa setiap ketua TPPD tidak berani melakukan protes. ” Kalau kita menanyakan hal itu selalu dijawab sudahlah ngikut saja,” Cetusnya.

Akhirnya mau tidak mau setiap ketua TPPD di wilayah Sumberrejo menyetujui pihak ketiga yang ditunjuk oleh korcam.

banner