Tata Kelola Yang Baik dari Pemdes Kasiman

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Dengan Kebersamaan dalam melaksanakan tugas harus diutamakan, tanpa ada skat , hanya tugas dan kewajiban beda tupoksinya.

Berikut audensi Reporter Media online lintasbojonegoro.com ,dengan kades Kasiman Kecamatan Kasiman H.R. Ghozali, D.SE. Selama hampir 2 jam diruang kerjanya.

banner

Menurut mantan pasukan khusus dan juga intelligent pasukan amphibi (Marinir), yang sekarang memimpin Desa kasiman ini, dengan mudahnya ibarat mengemudikannya Bahtera Cinta Pemdes ,yakni konsep Duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Bahkan walau berbasic prajurit Angkatan Laut, namun segudang tata kelola pemerintahan sudah dimiliki sejak tahun 1995, karena menangani perihal pembauran secara langsung dan tak pernah menunjukan identitas. Jikalau bukan kewajiban legal formal karena prosedur wajib menunjukan, sehingga bermasyarakat bukan lagi hal yang baru.

Ibaratnya dalam lagunya pak Haji,Rhoma irama, “kalau sudah ada kemudi mudah tuk mengarahkannya, kalau sudah mengenal diri (kami siapa, anda,siapa, kalian siapa), mudahlah menerapkan system. Alhasil metode seperti itu, mampu merubah paradigma yang sebelumnya dari perangkat mungkin belum benar benar disiplin atau ontime, mereka jadi,sregep.

Termasuk sepulang dari konferensi di kantor kecamatan walau pulangnya sudah melebihi jam ketentuan pemerintahan desa, tetep kembali ke kantor desa.

Barangkali ada tugas hari itu belum selesai atau ada tugas dari pak kades yang harus dilaksanakan. Intinya perangkat kasiman tidak mau menunda tugas dan kewajiban sebagai pelayan masyarakat dan sebagai pelaksana kebijakan kepala desa. ;Kami menilai displin dan loyalitasnya pada pimpinan maupun tugas yang diemban, sungguh luaaaaar biasa”, itu yang perlu diperhatikan dan layak kami berikan,apresiasi.

“Kami tidak tebang pilih pada perangkat, termasuk memberikan hak haknya, sehingga terjalin guyup,rukun, melaksanakan tugas saling bahu membahu, bukan kog peh tugasnya misal kaur pem selesai lalu pamit pulang, oooo tidak. Tetapi karena ada rekannya misal kaur kesra belum selesai, maka dia membantu. Seruunya lagi masalah masuk jam kantor, misal jam tujuh pagi, dia masuk jam tujuh kurang seperempat sudah sayang, lha kog yang jadwal piketnya datangnya terlambat masuk, mereka tidak segan menegur, “lha piye dhekne piket kog tekamu kedhisikan aku, niat mlebu opo ora.hhhh. Itulah rasa cinta tugas. Dan perihal permasalahan di tengah tengah masyarakat, jikalau sangat pelik dan harus kami turun tangan, kami tidak segan segan lagi bila ada warga ingin merendahkan martabat tata kelola pemerintahan yang sudah sesuai dengan undang undang maupun hukum tata pemerintahan. Itu bila memang sudah benar benar.Teeeer…la..lu”.

“Kami wellcome, asal tahu tata krama, ibaratnya. Anda sopan kami pun segan. Lha kog anda brangasan kami lawan. Yang penting jangan berbelit, bermula tertanam sikap disiplin, akan timbul sikap perilaku dedikasi yang tinggi. Kalau mereka,sudah melaksanakan tugas dan kewajiban dengan maksimal sesuai prosedur yang benar dan,serta merta sesuai juknis maupun juklak yang diberikan oleh kades ,tanda kutip dari kami. Maka resiko atau konsekwensi bila terjadi hal yang suatu misal kurang benar ,maka kades bertanggung jawab, Fuull. Dengan seperti inilah, hhhh, kamituwo/kasun saja ngantor. Yaa karena saking cinta dan loyal, mereka sadar bahwa mereka punya gaji dapat tunjangan dari pemerintah karena mau melayani kebutuhan masyarakat dalam pemerintahan desa. Dan administrasi sudah berjalan baik, sekdes membawahi 6 kasi dan kaur, dan kades menambahkan,aspri (asisten/karyawan desa ), sehingga kami akan membubuhkan tanda tangan berarti,sekdes sudah meneliti dan paraf”, papar Komandan H.R.Ghozali, D. SE.

banner