Tan Tjien Hwat Bantah Pernyataan Go Kian An Terkait Pengurus yang Sah

oleh

Bojonegoro — Hari Widodo Rachmat alias Tan Tjien Hwat memberikan klarifikasi atas pernyataan Gandhi Koesmianto alias Go Kian An terkait kepengurusan Badan Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio Bojonegoro yang sah.

Menurut Tan Tjien Hwat, pengurus yang sah sesuai pilihan umat pada tahun 2016 lalu adalah dirinya. Itu sudah sesuai dengan ketetapan ketua Pengadilan Negeri (PN)  Bojonegoro atas eksekusi putusan Mahkamah Agung (MA).

banner

” Sudah tertulis jelas pada ketetapan ketua PN, diminta melakukan pilihan pada tahun 2016 untuk menjalankan roda organisasi,” Kata Tan Tjien Hwat Jumat (26/04/2019).

Kata dia, setelah pemilihan, eksekusi akan diberikan kepada pengurus yang sah sesuai pilihan umat yaitu periode 2016 – 2019. Eksekusi itu sudah otomatis diterima olehnya selaku ketua pilihan umat.

” Untuk masalah pengalihan aset, yayasan HSB sudah mati, jadi dibalik nama juga tidak bisa,” Imbuhnya.

Sebagai pengurus sah pilihan umat pihaknya ingin membuat kartu tanda anggota (KTA), dan juga dalam rangka pemilihan pengurus untuk periode selanjutnya. Sehingga pihaknya memberikan surat edaran untuk umat guna mengumpulkan data.

Tan Tjien Hwat juga menepis bahwa yayasan Harapan Sinar Bahagia Bojonegoro (HSBB) adalah miliknya pribadi, menurutnya hal itu tidak mungkin. Karena yayasan HSBB memiliki pembina 5 orang, yang merupakan bekas pengurus TITD yang dulu dan tidak ada hubungan keluarga denganya.

” Saya hanya sebagai ketua, kekuasaan ada pada pembina itu bukan saya,” Ujarnya.

Dalam setiap kesempatan pihaknya juga selalu mengundang Go Kian An, seperti dalam pemiliahan pengurus, namun tidak pernah datang. Ia berharap hal ini tidak menjadi polemik kembali dan umat ikut terprovokasi