Sudah Bayar Iuran BPJS 4 Bulan, Sebagian GTT & PTT Belum Bisa Nikmati layanan?

oleh -276 views

LintasBojonegoro.com — Lambatnya proses penerbitan kartu BPJS Kesehatan untuk guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) dilingkungan dinas pendidikan kabupaten Bojonegoro menjadi permasalahan tersendiri.
Hingga akhir bulan juli ini, masih ada ribuan GTT & PTT yang belum menerima kartu BPJS Kesehatan.

Akibatnya mereka yang belum menerima kartu, tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan yang telah dicover oleh BPJS Kesehatan.

banner

Dari jumlah 3.912 GTT & PTT penerima, baru kurang lebih 2 ribuan yang telah menerima kartu, sisanya masih belum mendapatkan kejelasan, padahal telah membayar iuran sejak bulan maret lalu.

Iuran tersebut adalah 5% dari besaran tunjangan yang disetarakam UMK Bojonegoro, dimana
anggaran yang disiapkan Pemkab melalui APBD Bojonegoro tahun ini  masing-masing GTT PTT adalah sebesar 3 persen, atau Rp56.000. Sementara 2 persennya, atau senilai Rp. 36.173 diambilkan dari tunjangan.

Sebagian dari para GTT & PTT ini harus gigit jari, meski telah merelakan tunjangannya dipotong untuk membayar iuran, namun tidak kunjung mendapatkan kartu yang bisa digunakan di faskes tingkat 1 maupun faskes tingkat 2.

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Achmad Yatim ketika ditanya terkait permasalahan tersebut mengatakan, proses penerbitan kartu sudah dilakukan secara maksimal.

Lambatnya proses dipengaruhi oleh kelengkapan data yang dikumpulkan oleh Dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya jika ada GTT & PTT yang akan segera menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan, bisa segera datang ke kantor untik dicetakkan kartu.

” Kalau butuh segera bisa datang ke kantor untuk dicetakkan kartu,” Ujarnya.

Selain permasalahan kelengkapan data, muncul juga terkait GTT & PTT yang merupakan peserta penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah yang belum mengisi surat pernyataan mundur dari peserta PBI. Sehingga tidak bisa memperoleh kartu baru sebagai peserta penerima upah

” Karna banyak pesertanya yang memiliki kartu PBI (Penerima bantuan iuran) ini harus dicari satu- satu dan dilaporkan,” Kata Achmad Yatim.

Ia menambahkan saat ini semua kartu sudah dicetak, dan rencananya hari kamis 1 Agustus 2019 diserahkan ke dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro.

” Prosesnya sudah semua dan cetaknya kemungkinan hari kamis di serahkan ke diknas,”Imbuhnya.

Sementara itu, Kabid PTK Dinas pendidikan Kabupaten Bojonegoro Ainur Rofiq membenarkan, awalnya keterlambatan pencetakan kartu adalah dari data peserta yang belum lengkap.

” Seperti tanda tangan, ada pula yang tidak mau datang, sehingga kita mengantarkan ke rumahnya. Itupun belum tentu bertemu langsung hingga berhari-hari,” Ujar Rofiq sapaan akrabnya.

Dalam hal kekurangan surat pernyataan mundur dari peserta PBI, pihaknya juga sudah berkoordinasi dan menyelesaikan semuanya.
” Sudah kita kirimkan semua.” Pungkasnya.

Foto : Kabid PTK Ainur Rofiq