SMPN 5 Nyatakan Ada Penyelesaian, DPRD Tak Gampang Percaya

oleh -304 views

LintasBojonegoro.com — Kepala SMP Negeri 5 Bojonegoro Ufar Ismail, mengatakan sudah ada perdamaian antara korban (Siswa) dengan oknum guru terduga pelaku kekerasan Sabtu (28/09/2019). Sekolah sudah memberikan sanksi pembinaan kepada siswa maupun guru.

Selain itu, orang tua siswa juga sudah mendapatkan penjelasan serta saling memaafkan kepada guru yang bersangkutan.
” Sudah ada penyelesaian antara guru dan murid, kita juga telah melakukan pembinaan,” Kata Ufar.

banner

Ufar menceritakan kronologi kejadian kenapa sampai terjadi dugaan kekerasan terhadap siswa tersebut. Oknum guru yang bersangkutan memang terkenal disiplin dalam melakukan pembelajaran.

Tak jarang siswa harus menerima berbagai hukuman, jika kurang disiplin, seperti telat masuk kelas dan tidak mengerjakan tugas rumah.

Karakter yang tegas tersebut membuat beberapa siswa akhirnya kurang menyukai gaya mengajar sang guru. Alhasil, cloteh yang tidak pantaspun keluar dari beberapa siswa ditujukan kepada guru tersebut.

” Itu tidak hanya sekali, berkali-kali namun gurunya tidak sadar, akhirnya ada murid yang mengadu, sehingga dipanggilah 8 murid tersebut, dan terjadilah peristiwa tersebut,” Terang Ufar.

Mantan Kepala SMP Negeri 1 Bojonegoro tersebut melanjutkan, setalah kejadian itu, baik siswa maupun guru sudah diberikan pembinaan atas kesalahannya masing-masing.

Siswa salah karena berceloteh kurang pantas, dan guru pun salah dalam menanggapi hal tersebut. ” Ada bobot sanksi juga untuk siswa, serta guru yang bersangkutan dan hal ini kita laporkan ke Dinas Pendidikan,” Imbuhnya.

Sementara itu Komisi C DPRD Bojonegoro melakukan pemanggilan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro pada senin (30/09/2019).

Disdik menjelaskan terkait sudah adanya penyelesaian dan pembinaan kepada oknum guru terduga pelaku kekerasan terhadap 8 siswa SMP Negeri 5 Bojonegoro.

” Tadi kita menerima penjelasan Disdik dari laporan sekolah, katanya sudah ada bentuk penyelesaian,” Ujar Mochlasin Affan Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro.

Meski begitu menurutnya DPRD tidak mudah percaya begitu saja, pihaknya mungkin perlu juga melakukan kroscek kepada pihak terkait terutama para korban dan orang tua siswa.

Pasalnya pihak korban biasanya cenderung tidak berani mengungkapkan apa yang dialami dan dirasakan. Ia berharap ada upaya yang penyelesaian yang kongkrit sehingga kejadian serupa tidak terulang.

” Mungkin kita perlu kroscek ya kepada yang bersangkutan, agar kejadian seperti ini tidak terlulang kembali.” Pungkasnya.


Reporter : Dian