Sepi Penonton Saat Pengambilan Api Abadi di Khayangan Api

oleh

Oleh Dian

Lintasbojonegoro.com — Tidak begitu ramai, begitulah suasana saat pengambilan api abadi di wisata khayangan api Ngasem Bojonegoro pada Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 14.00 wib.

Proses pengambilan api abadi di wisata khayangan api merupakan salah satu rangkaian acara hari jadi Bojonegoro ke 341 yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

banner

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, proses pengambilan api abadi dengan ritual itu tidak mampu menarik minat warga dari lokal maupun luar Bojonegoro.

” Kalau ada kesenian reog dulu ya lumayan ramai,” Ujar Nanik Juliatun Pedagang di lokasi wisata Khayangan api.

Dari ratusan orang yang hadir, sebagian besar merupakan panitia, peserta ritual, petugas keamanan, dan para awak media. Penonton yang hadir hanya beberapa dari warga sekitar yang jumlahnya tidak ada setengah dari para pelaku ritual pengambilan api abadi.

” Misal ramai, warung juga kebagian berkah, ini termasuk sepi, apalagi hari biasa 50 ribu sehari sudah bagus,” Imbuh Nanik.

Acara peringatan hari jadi Bojonegoro di Khayangan api itu sepertinya belum mampu membawa dampak ekonomi yang positif bagi pelaku UMKM.

Selain itu, minimnya minat masyarakat untuk turut melihat proses ritual pengambilan api abadi menjadi indikator kurang menariknya acara.

Padahal khayangan api merupakan wisata andalan di Kabupaten Bojonegoro. Jika saat ada event semacam itu jumlah penonton tidak ramai, bagaimana dengan hari biasa?.

banner