Selain Lulus UNBK, Siswa Harus Hafal Juz 30 dan Baca kitab Kuning

oleh

Reporter Faruq

banner

Lintasbojonegoro.com — Ada yang menarik dari Madrasah Aliyah Roudlotut Tholibin, sekolah ini mempunyai standart khusus yang mungkin belum dimiliki sekolah lain di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Yaitu selain lulus UNBK serta UAMBN-BK para santri atau siswanya diwajibkan hafal juz 30 dan bisa membaca kitab kuning kosongan.

Sekolah yang beralamatkan di Desa Tanggir, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban ini membuktikanya dalam agenda test yang di sebut “Ikhtibar Mukhafadhoh Juz 30 dan Baca Kitab” dalam hal ini kitab yang diujikan Fatkhul qorib kosongan tanpa coretan bolpoin sedikitpun.

Yang menjadi penilaian adalah :

  1. Tajwid : hukum panjang pendek dalam menghafal al’Qur’an
  2. Fashohah : kefasihan melafalkan Al-qur’an
  3. Adab : Tata Krama dalam proses dan keluar panggung
  4. Tartil: ritme kelancaran menghafal Al’qur’an
  5. Tarkib: kedudukan kalimat dalam kitab menurut ilmu Nahwu dan shorof
  6. Makna: arti secara kitab kuning (terjemahan gandul)
  7. Murod: terjemahan secara keseluruhan dalam bahasa Indonesia.

Satu persatu siswa dipanggil oleh dewan juri untuk mempertanggung jawabkan kemampuanya dihadapan para orang tua wali murid. Suasanapun menjadi sangat menegangkan sekaligus dramatis.

” Kemampuan dalam membaca kitab kuning paling tidak diujikan santri di pesantren salaf melalui pembelajaran selama 6 tahun, namun di MART kita ujikan setelah pembelajaran 3 tahun, hal ini melatih mental dan kemampuan peserta didik”, tutur Ali Muhson sebagai Dewan Juri kegiatan.

Salah seorang wali murit mengatakan “saya terharu, dan bangga menyaksikan anak saya dipanggung, trimakasih para dewan guru dan kepada para kyai semoga sekolahan ini semakin maju dan menjadi sekolahan idaman”,

“Rasanya mau nagis, tegang tapi saya yakin pasti bisa, walaupun di beri pertanyaan oleh dewan juri, di tes sendirian dipanggung dihadapan orang tua, guru dan teman-teman sendiri” tukas Meisyaroh, peserta putri kegiatan ini.

Madrasah Aliyah Roudlotut Tholibin ini telah konsisten mencetak para peserta didik yang tangguh menghadapi zaman dan religius.

” Semoga bentuk sekolahan semacam ini bisa menjadi inspirasi sekaligus menjadi percontohan dalam mencetak kader umat dan kader bangsa.” Jelas dewan juri.

banner