Rusak Parah! Jalan Nasional Ditanami Pohon Pisang

  • Whatsapp

LintasBojonegoro.com – Jalan Nasional yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Tengah mengalami rusak parah. Kerusakan jalan tersebut berada di Kabupaten Bojonegoro sebelah barat, tepatnya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Desa Beged dan Desa Ngraho, Kecamatan Gayam. Aspal mengelupas, bahkan berlubang-lubang dengan kedalaman antara 10 cm hingga 30 cm.

“Seringkali ada pengendara sepeda motor jatuh gara-gara mereka tidak melihat ada jalan berlubang akibat tergenang air saat turun hujan,” ungkap Pardi warga Padangan.

Jalan berlubang, khususnya di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan juga mengakibatkan arus lalu lintas macet. Hal ini disebabkan banyaknya pengendara mobil roda empat atau lebih yakni bus dan truk, menghindari lubang karena mereka takut mobil yang dikendarainya terguling dan terbalik.

Warga yang kesal dengan adanya kemacetan lalu lintas kemudian menanami jalan rusak berlubang itu dengan tanaman pisang. Hal ini dimaksudkan sebagai peringatan bagi pengendara motor dan mobil agar menghindari lubang dan lebih berhati-hati. Tindakan spontan warga itu, bisa juga disebabkan karena pihak yang berwajib tidak segera memasang tanda adanya jalan rusak atau rambu-rambu yang lain.

Jalan nasional yang mengalami rusak ini, selain sebagai penghubung antara Kabupaten Bojonegoro dengan Kabupaten Blora, juga sebagai jalur penghubung antara Kabupaten Bojonegoro – Ngawi – Sragen – Karanganyar – Solo. Khusus jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Bojonegoro – Ngawi – Solo juga mengalami kerusakan, yakni di jembatan Kali Bedah, Desa Geneng, Kecamatan Ngraho. Tanah yang ditempati pondasi jembatan mengalami longsor akibat dihantam arus air Kali Bedah yang mengalir deras saat hujan turun.

Data yang dihimpun lintasbojonegoro.com menyebutkan, lubang-lubang di jalan nasional, khususnya yang berada di Desa Ngraho dan Desa Beged, Kecamatan Gayam ada yang sudah diurug oleh pihak terkait menggunakan pedel. Sayangnya, pengurugan terkesan asal-asalan karena tidak disertai pemadatan dan pemerataan dengan penampang jalan. ***

Reporter : Prasetyo

Pos terkait