RTIK Gandeng Polres Adakan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan

oleh

LintasBojonegoro.com – Untuk meningkatkan kemampuan dalam menulis sebuah berita, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) menggelar pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi para anggota relawan TIK yang diadakan pada hari Minggu (01/04/2018) sore tadi sekira pukul 15.00 WIB di Base Camp RTIK di Jalan Kyai Mojo No.63 Mojokampung Kota Bojonegoro.

Pelatihan yang digelar selama 2 jam tersebut diikuti sebanyak 10 anggota Relawan TIK dengan mendatangakan narasumber dari Polres Bojonegoro yaitu Bripka Achmad Wahyudin, SH yang kesehariannya berdinas di Subbag Humas Polres Bojonegoro.

Dalam pelatihan tersebut, Bripka Achmad Wahyudin menyampaikan meteri mengenai kehumasan dan jurnalistik dimana kehumasan merupakan wujud hubungan sebuah instansi ataupun lembaga dengan masyarakat yang bertugas menyampaikan sebuah informasi kepada masyarakat dan jurnalistik merupakan produk yang dikeluarkan sebagai sebuah informasi jepada masyarakat, dimana kedua hal tersebut merupakan komponen yang penting dalam menjalin hubungan antara instansi dengan masyarakat.

“Sebagai seorang humas, wajib hukumnya menyampaikan informasi kepada masyarakat dari sebuah instansi ataupun lembaga”, ucap Bripka Wahyudin.

Sebagai humas pula, harus bisa menyajikan sebuah informasi dari instansi ataupun lembaga yang menaunginya dalam bentuk data atau yang disebut dengan press release kepada masyarakat.

“Seorang humas harus bisa menyajikan informasi yang diminta oleh masyarakat dengan tetap dalam norma atau peraturan yang mengikat dalam sebuah lembaga”, imbuh Bripka Wahyudin.

Selain memberikan materi tentang kehumasan dan jurnalistik, Bripka Wahyudin juga memberikan materi tentang berita hoax, ujaran kebencian dan isu sara, dimana ketiga hal tersebut saat ini sangat meresahkan dan disebarkan melalui media sosial.

Selain itu juga, masih menurut Bripka Wahyudin berita hoax bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa karena konten yang ada dalam berita hoax yang disebarkan mengandung hasutan dan mengajak untuk melakukan tindakan kekerasan dengan mengangkat isu sara maupun mengandung ujaran kebencian.

“Berita hoax yang tersebar melalui medsos sangat besar sekali dampaknya, untuk hal itu mari kita lawan bersama penyebarannya”, ucap Bripka Wahyudin.

Setelah memberikan materi, para peserta langsung mempraktekkan menulis berita dan ditutup dengan pemberian piagam kepada narasumber. (RTIK)