Rocky Gerung : Bangsa Bertumbuh Karena Akal Pikiran Bukan Karena Jalan Tol

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Kedatangan tokoh nasional Profesor Rocky Gerung disambut meriah di Kabupaten Bojonegoro tepatnya di aula At-Taqwa untuk memberikan kuliah umum pada Selasa (19/03/2019) pukul 14.00 wib.

Ratusan peserta yang terdiri dari mahasiswa berbagai kampus, alumni, ormas pemuda Muhammadiyah serta para tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro sangat antusias untuk mengikuti Stadium general yang diberikan Rocky Gerung dengan tema ” Membangun Nalar ” tersebut.

banner

Bung Rocky membuka orasinya dengan menyoroti penolakan yang dialaminya saat berada di Kabupaten Tuban – Jawa Timur, sebelum Kedatangannya di Kabupaten Bojonegoro.

” Saya sendiri, tidak punya pengikut, tidak punya tim sukses, tapi kemana – mana dihalangi. Bahkan ini banyak yang dari Tuban sampai datang ke Bojonegoro, akal sehat memang tidak bisa dihalangi.” Ujarnya seraya disambut riuh tepuk tangan.

Dengan logatnya yang khas saat berbicara, Rocky Gerung mampu menghipnotis para peserta yang selalu ramai memberikan tepuk tangan saat kalimat – kalimat kritikan bernada sindiran kepada pemerintah terucap.

Menurutnya tema ” membangun nalar ” yang diambil oleh panitia sangatlah tepat, karena di negeri ini ada permasalahan mengenai cara berfikir dari pemerintah.

Dia memberikan contoh bahwa kampus atau perguruan tinggi itu adalah tempat yang obyektif untuk menilai sebuah hipotesis proposal politik yang diajukan oleh seorang politisi.

” Anehnya pemerintah melarang kampus berbicara soal politik,” Jelasnya.

Kata Bung Rocky, harusnya saat gubernur melakukan presentasi soal keadilan maka di kampus tempatnya diuji, hal yang sama berlaku untuk semua politisi. Seperti di negara Amerika ketika calon presiden melakukan deklarasi pertama adalah di kampus.

Melalui politik keadilan didistribusikan, karena politik merupakan sinonim dari keadilan.

Kembali ke tema membangun nalar, ia menyampaikan saat ini dari Tuban Ke Bojonegoro sudah berjajar akal sehat. Ia mengistilahkan bahwa saat ini sudah mulai dari Sabang sampai Merauke berjajar akal sehat.

Tradisi akal sehat saat ini masih ditutup oleh sebagian besar politisi. Ia berharap politik harus dibuka kembali dengan energi akal sehat, dengan memiliki presiden yang mampu berfikir jauh kedepan.

” Itu pentingnya presiden kalau punya pikiran. Dia gak akan peduli dengan pencitraan,” Ungkapnya disambut sorak dan tepuk tangan.

Nalar itu yang akan menggerakkan energi bangsa ini, akal adalah aktivitas yang didorong oleh nurani.

” Bangsa Bertumbuh Karena Akal Pikiran Bukan Karena Jalan Tol.” Ujarnya.

banner