Review Buku SAMKOK (siasat vs siasat)

oleh

Oleh Leni Setyowati

Judul buku : SAMKOK(siasat vs siasat)
Penulis : Andri Wang
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Edisi ke-4(HC) : 2015 (New Edition).

Buku asli Roman Tiga Kerajaan atau yang lebih dikenal dengan Sam Kok ini ditulis dalam bahasa klasik Tiongkok kuno serta terdiri dari 120 Bab dan 600.000 lebih kaya yang tak mudah dibaca sekaligus. Novel yang sangat tebal ini menjadi salah satu novel paling termasyhur dan menjadi literatur klasik tiongkok paling penting, serta diterjemahkan ke berbagai bahasa dengan berbagai variasi.

banner

Novel yang di tulis Luo Guan Zhong ini mengisahkan perperangan tiga negara : Wei, Shu, dan Wu. Novel ini mempunyai nilai sastra yang tinggi selain itu juga mengandung nilai ilmu strategi dan siasat yang mengagumkan serta tak lekang waktu. Dari ratusan perperangan besar maupun perperangan kecil itulah kita bisa mempelajari berbagai taktik dan strategi yang dapat kita gunakan dalam membangun serta mengembangkan bisnis dan kehidupan kita.

Banyak orang yang ingin membaca novel ini namun karena ketebalan nya banyak yang mengurunkan niatnya. Oleh sebab itu untuk menghemat waktu anda, buku ini disusun sedemikian rupa. Dipilih cerita-cerita yang representatif dari buku asli Sam Kok lalu diekstrasi menjadi 24 bab sebagai “Bird’s of eye view” kisah Sam Kok. Tak hanya gambaran besar yang akan anda dapatkan tetapi juga belajar berbagai siasat dan strategi yang akan membuat anda lebih berhati-hati dan melihat sesuatu dari berbagai perspektif sehingga tidak salah melangkah serta lebih bijak.

Ada 6 tokoh utama dalam buku ini yaitu
Guan Yu, Liu Bei, Zhang Fei, Cao Cao, Sun Quan dan Zu Ge Liang.

Berikut ini gambaran tokoh utama pada buku Sam Kok.

Bab yang paling seru pada buku ini yaitu perang tebing merah. Tabing merah disini bukanlah tebing batu yang berwarna merah, melainkan sewaktu pangkalan air Cao Cao diserang 20 kapal besar penyulut api oleh jendral Huang Gai yang berpura-pura mau menyerah. Kapal perang Cao Cao terbakar sehingga menyebabkan tebing tepi sungai berwarna merah sehingga dinamakan Tebing merah. Perang tersebut merupakan perang siasat vs siasat.

Ternyata siasat Zu Ge Liang lebih unggul dari pada palinglima besar Zhou yu. Siasat Zhou Yu sudah bisa ditebak oleh Zu Ge liang karena berberapa kali dia mau menjebak Zu Ge Liang agar bisa dia bunuh, tapi semua itu terbaca oleh Zu Ge Liang.

Ada satu kalimat dalam penutup buku asli Roman Tiga Kerajaan yang mengatakan :”kekuatan besar yang ada di dunia ini, yang bersatu kelamaan pasti akan mengalami perpisahan, yang berpisah kelamaan pasti akan bersatu kembali.
Pada periode perang saudara enam negara kecil yaitu Han, Wei, Cu, Zhao, Yan dan Qi berdiri saling berperang. Pada akhirnya 6 negara tersebut disatukan menjadi satu dinasti feodal yaitu Dinasti Qin oleh kaisar Qin Si Huang.

Kemudian Kaisar Qin ditumpas lagi oleh dinasti Han yang mendirikan Han Barat dan Han Timur. Dalam periode dinasti Han ini negara terpecah belah lagi menjadi tiga negara : Wei, Shu dan Wu. Pada akhirnya negara tersebut ditimpas oleh Dinasti Jin Barat dan Jin Timur. Inilah yang disebut dengan kekuatan besar yang ada di dunia ini yang bersatu lama kelamaan pasti akan mengalami perpisahan dan yang berpisah lama kelamaan akan menyatu kembali.

“jangan pernah melakukan tindak kejahatan karena hal itu sepele; jangan pernah mengabaikan perbuatan baik hanya karena itu kecil” _Liu Bei

“Seorang pemimpin yang bijak tidak khawatir apakah rakyak mengenalnya atau tidak ; dia justru khawatir kalau dia tidak mengenal rakyatnya” _Zu Ge Liang

banner