Raperda Dana Abadi Kandas Ditengah Jalan

oleh

Lintasbojonegoro.com – Rancangan Peraturan daerah (Raperda) tentang dana abadi Migas Kabupaten Bojonegoro akhirnya harus kandas ditengah jalan.

Program yang dicanangkan oleh mantan Bupati Bojonegoro Dr. H. Suyoto Msi tersebut kini tak dapat lagi dilanjutkan.

Setelah melalui rapat pansus DPRD Bojonegoro, saat ini hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur mengenai Raperda tersebut telah turun.

Kepala Bagian (Kabag) hukum pemkab Bojonegoro Faisol Ahmadi S.H kepada lintasbojonegoro.com mengatakan, surat hasil evaluasi Gubernur menyatakan ada beberapa hal dari Raperda tersebut yang tak dapat dibenarkan.

Raperda dana abadi ini menyalahi rencana Pemerintah jangka panjang (RPJP) kabupaten Bojonegoro hingga tahun 2025. ” Kalau dana abadi kan mengharuskan pemkab menabung sekitar Rp. 25 milyar per tahun hingga 30 tahun, itu sudah menyalahi RPJP, “Kata Faisol sapaan akrabnya.

Faisol melanjutkan, ada pasal yang menyebutkan bahwa Pemda ataupun bupati selanjutnya dilarang merubah perda tersebut pada nantinya. Hal itu juga dinilai oleh hasil evaluasi Gubernur kurang tepat.

” Kalau melihat hasilnya seperti itu ya tidak bisa dilanjutkan,” Pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Raperda dana abadi sempat melalui jalan terjal dalam proses perumusannya. Pihak DPRD Bojonegoro sempat dituding enggan membahas Raperda tersebut.

Selesai melewati pansus DPRD, ternyata hasil evaluasi Gubernur Jawa Timur menilai Raperda dana abadi tidak bisa dilanjutkan.