Raker PC muslimat NU di Bali

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

HAL yang termasuk diluar dugaan, Muslimat NU yang dipimpin Hj.Ririn muktamiroh cholil melaksanakan rapat kerja tahun ini di Bali.

banner

Menurut beberapa peserta yang ikut, ketika dikonfirmasi reporter lintasbojonegoro.com ummi khulsum, Dyah masruroh, mim (tinawun malo) alik, ibu lala temayang, Hj.siti aqdiyati sumbertlaseh. Hj.wiwik Sitiaji, nyai choir pondok ceweng,siti aisiyah (kunci Dander) ,Hj. Ifa amar, dll.

“Kami merasa senang bisa melaksanakan ini, dan yang kami sampaikan dalam raker adalah diantaranya,meneruskan program yang,sudah berjalan dengan baik, agar muslimat ke depan lebih baik dan lebih bisa mandiri. Untuk yang akan datang semua pac bisa ikut semua,”, jelas Ummi Hj. Ririn Muktamiroh cholil, dengan ramah.

Disebutkan pula oleh ketua Hj. Ririn muktamiroh cholil.. yang berkatagori bijaksana ini, bahwa sampai saat ini, untuk kepengurusan yakni penasehat ny.hj.lu’luatul fuad ali syafi’i (nyai luk), hj. Masmudah, ketua hj.ririn muktamiroh cholil, sekretaris Dr. Imroatul azizah, bendahara hj. Fatimah.”kami berterima kasih pada pak kyai Nurhadi dander yang berkenan selaku imam sholat, imam tahlil dalam rangkaian ini, padahal kami ini istirahat mensuport saja, akan tetapi ternyata tetap pada kami lagi. Karena apapun ini amanah, ja di akan kami laksanakan, semoga memenuhi harapan, terima kasih kami termasuk pada termasuk pak no margojoyo, memberikan,servis baik, sabar menanti, juga blih zaeni, reporter media online lintasbojonegoro.”, ulasannya ummi hj.ririn muktamiroh cholil.

Selanjutnya kyai/ustadz Nurhadi, SPdi.(Dander), Menambahkan,”Semoga acara ini bisa diambil positivenya, karena mengingat para wali Bali perjuangannya untuk agama islam sangat berat tantangan nya. Senadjan beliau wafat, kita sebagai saudara moslem perlu mengingat dan mengetahui pusara untuk berkirim alfatikhah, dan jangan ada yang memberi arti syirik atau musriq. Memang kita dalam bepergian jauh diberi kelonggaran untuk pelaksanaan sholat wajib yakni dengan cara “jamak”.

$edangkan panitia penyelenggara, Dyah. Menyampaikan bahwa tegas dalam mengatur adalah wujud pertanggung jawabannya, atau sebagai konsekwensi, “maaf lho itu konsekwensi engko dikiro wong bayar kog,dilorooooh..i..wae. Nak ngene iki pe dimarahi yo tak tompo, lha wis pe mulih ae..bloko, mosok,pe di balekno nok BALI maneh….hhhhh”.

Adapun pemandu /guide, M. Zaeni abidin, ibaratnya pilihan pak no (travel margojoyo), tidak salah pilih, karena dinilai sangat mahir termasuk pemahaman perihal,agama dan budaya.”kami optimalkan dalam memberikan,servis pada tourism terutama lokal,muslim. Dan melayani arah sesuai petunjuk dan hasil musyawarah jika ada perubahan rute. Alhamdulillah kerja sama dengan pak no , sudah 8 tahun”.ungkapnya guide kelahiran kabupaten lumajang.

“Suatu anugerah bagi kami,sekeluarga, kedatangan jamaah dari Bojonegoro, kami sudah diberi amanah bila kedatangan tamu,dari Bojonegoro terutama , harus dijamu. Alhamdulillah bukan hanya peziarah dari Bojonegoro saja, akan tetapi hampir semua rombongan peziarah wali pitu pulau Bali.”papar H.Zaefudin pelopor Pendidikan Islam (formal dari paud-perguruan tinggi di Denpasar), suami Hj.Siti Zulaekah.

“Saya ini, bisa melayani segala takaran biaya, kelas ekonomi monggo, kelas eksekutif monggo. Tetep sabar. Karena itu ladang rejeki, rejeki tidak harus banyak terus ada kalanya sedikit turun, yang penting ikhlas dan insya Allah barakah”, kata pak No.

banner