PT Tolak Banding Pihak Ketiga, Go Kian An Tetap Menang

oleh

Lintasbojonegoro.com – Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur akhirnya menolak banding gugatan pihak ketiga sengketa kepengurusan badan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Swie Bio Bojonegoro.

Putusan PT Tersebut baru diterima Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro pada bulan Agustus ini. ” Sudah kita terima putusan dari Pengadilan Tinggi Jawa Timur, isinya menolak Banding dari pihak ketiga,” Kata Humas PN Bojonegoro Isdaryanto SH MH. Selasa (28/08/2018).

Putusan tersebut juga mengamini dari putusan Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro sebelumnya. Dimana gugatan pihak ketiga atas sengketa kepengurusan TITD Hok Swie Bio Bojonegoro tidak dapat diterima.

banner

Dengan keluarnya putusan tersebut, maka pihak Gandhi Koesmianto alias Go Kian An selaku pihak yang dinyatakan menang dalam putusan Mahkamah Agung (MA) tetap berhak menerima eksekusi.

Baik sebagai pengurus yang sah, dan penerima objek sengketa milik badan TITD Hok Swie Bio Bojonegoro sesuai putusan MA yang sudah incraht.

Meski begitu, kewenangan untuk melaksanakan eksekusi putusan MA tetap ada pada ketua PN Bojonegoro Pransis Sinaga SH MH.

” Kembali lagi pelaksanaan eksekusi tetap kewenangan ketua PN Bojonegoro, sampai saat ini belum ada tanda-tanda adanya perubahan ketetapan ketua PN atas eksekusi putusan MA tersebut,”Imbuh Isdaryanto.

Seperti diketahui, pada ketetapan ketua PN Bojonegoro atas eksekusi putusan MA sengketa TITD Hok Swie Bio Bojonegoro sebelumnya, pihak Gandhi Koesmianto diminta untuk melaksanakan roda organisasi, yakni memilih ketua TITD Periode selanjutnya. Sebelum dijalankan, maka eksekusi atas putusan MA tidak akan dilaksanakan.

Ketetapan ketua PN itu yang membuat pihak Go Kian An merasa dirugikan, karena ia selaku penerima eksekusi putusan MA tidak diakui oleh ketua PN Bojonegoro.

Ketua PN Bojonegoro dinilai telah berani melawan putusan MA untuk segera melakukan eksekusi.

Terkait permasalahan tersebut, Humas PN Bojonegoro tidak bisa berkomentar lebih jauh karena ketetapan tersebut adalah murni wewenang ketua PN Bojonegoro.

Sementara itu, Ketua PN Bojonegoro ketika dikonfirmasi oleh awak media selalu menghindar, dan menyerahkannya kepada pihak Humas.(Nfk/red).

banner