PT Apotik Sidowaras Tunggak Pajak Hingga Rp. 800 Juta

oleh

Lintasbojonegoro.com – PT Apotik Sidowaras ternyata mempunyai tunggakan pajak yang cukup fantastis. Per April 2018 ini, tunggakan pajaknya bahkan mencapai angka Rp. 800 juta.

Tunggakan pajak tersebut terhitung dari tahun 2016 hingga saat ini. Imbasnya setiap bulan petugas pajak dari KPP Pratama melakukan penagihan ke pemkab Bojonegoro. Pasalnya PT Apotik Sidowaras ini dulunya bekas badan usaha milik daerah (BUMD).

Kepala bagian perekonomian Pemkab Bojonegoro Rahmad Junaidi Senin (16/04/2018) mengatakan, pada tahun 2016, pajak yang belum dibayar oleh PT Apotik Sido Waras adalah sekitar Rp. 400 juta. Seiring berjalanya waktu karena ada kenaikan denda, hingga tahun 2018 ini mencapai Rp. 800 juta.

PT Apotik Sidowaras sendiri sebagai BUMD sudah dibubarkan pada tahun 2016, karena mengalami kebangkrutan. ” Dulu ternyata tidak dilakukan audit secara menyeluruh, sehingga berakibat adanya kewajiban yang belum terselesaikan,” Kata Rahmad.

Rahmad menjelaskan, dalam surat penagihan pajak tersebut jelas tertulis kepada direktur PT Apotik Sidowaras Karena kewajiban membayar pajak memang ada pada wajib pajak (Pribadi) maupun wajib pajak (Badan).

Pemkab Bojonegoro menilai salah alamat jika tunggakan tersebut dibebankan ke pemkab. ” Kewajiban pajak jelas bukan pada kita, kalau kesini saya suruh kembali,” Tegasnya.