Prosedur Ketat Memasuki Kantor PU Bina Marga Bagi Wartawan

oleh

Lintasbojonegoro.com – Sebagai pencari informasi, biasanya seorang wartawan diberikan kemudahan akses untuk memasuki setiap kantor pemerintahan agar dekat dengan sumber informasi (Narasumber).

Dalam melaksanakan pekerjaannya, wartawan dibekali dengan alat perekam baik audio, photo, maupun video. Di era digital saat ini, selain membawa buku catatan, menggunakan Handphone (HP) sebagai alat perekam adalah hal yang lumrah bagi wartawan.

Di kabupaten Bojonegoro yang terkenal dengan Pemerintahan terbukanya (Open Government Partnership), setiap Dinas ternyata memiliki prosedur yang berbeda-beda bagi awak media yang hendak mencari informasi atau bertemu narasumber.

Meski begitu, sebagian besar tetap memberikan kemudahan serta memperbolehkan para wartawan membawa perlengkapan kerjanya.

Hal itu bebeda saat memasuki kantor PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro Dinas teknik yang selama ini mengelola proyek pembangunan di Bojonegoro

Disana ada prosedur yang melarang wartawan membawa serta alat perekam (HP) jika hendak menemui pejabat terkait.

Jika ke kantor PU kita akan menemui hampir setiap ruangan terdapat satu atau dua satpam yang berjaga, yang bertugas mempertanyakan keperluan dari para tamu.

Setelah semuanya jelas, baru satpam akan mengantarkan tamu menemui pejabat dinas PU. Namun dengan syarat seluruh perlengkapan seperti tas dan barang bawaan tak terkecuali alat perekam (HP) dititipkan di loker khusus.

Wartawan hanya diperkenankan membawa bolpoin dan buku catatan untuk melakukan wawancara. Sedangkan untuk mengambil gambar (Photo) dan melakukan perekaman audio dan Video tidak bisa.

” Disini prosedurnya memang seperti itu pak, kita menjalankan perintah,” Ucap salah satu Satpam di ruangan kepala Bidang Jalan PU Bina Marga.

Satpam tersebut mengatakan, jika memang membutuhkan pengambilan gambar, wartawan bisa berkoordinasi dahulu melalui sambungan seluler dengan pejabat terkait.
” Kalau butuh itu bisa koordinasi dulu pak,” imbuhnya.

Sementara itu kepala dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro Ir. Andi Tjandra ketika ditanya terkait prosedur tersebut melalui sambungan seluler, tidak memberikan jawaban.