Press Reales Tindak Pidana Wilayah Hukum Polres Bojonegoro

oleh

LintasBojonegoro.com – Tindak kriminal yang ditangani Sat Reskrim Polres Bojonegoro selama tahun 2017 di wilayah hukum Polres Bojonegoro mengalami penurunan, jika dibanding tahun 2016. Hal tersebut disampaikan Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, dihadapan sejumlah awak media, saat pelaksanaan Press Release Akhir Tahun pada Minggu (31/12/2017) pagi tadi, di halaman Mako Sat Lantas Polres Bojonegoro.

Menurut Kapolres, di wilayah hukum Polres Bojonegoro selama tahun 2017 jumlah tindak kriminal atau crime total (CT) sejumlah 789 kasus, menurun 2,71 % dibanding tahun 2016 sejumlah 811 kasus. Sedangkan untuk crime index, pada tahun 2017 sejumlah 596 kasus, juga mengalami penurunan sebesar 0,66 % jika dibanding tahun 2016 sejumlah 600 kasus.

“2017 kasus krimimal yang ditangai oleh Penyidik Sat Reskrim Polres Bojonegoro beserta jajarannya menurun dibanding tahun 2016”, ucap Kapolres.

banner

Sementara untuk prosentase tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) pada tahun 2017 mencapai 61,40 %, mengalami penurunan sebesar 4,76 % dibanding tahun 2016, yang mencapai 66,16 %. Sedangkan untuk crime clock atau rentang waktu terjadinya tindak kriminal pada tahun 2017 adalah 11 jam 6 menit, menurun jika dibanding tahun sebelumnya, yaitu setiap 10 jam 48 menit terjadi satu tindak kriminal.

“Dengan adanya penurunan kasus yang ditangani oleh penyidik mengindikasikan bahwa secara keseluruhan kamtibmas di wilayah hukum Polres Bojonegoro tetap kondusif”, ungkap Kapolres.

Sedangkan untuk kasus yang ditangani oleh Sat Narkoba Polres Bojonegoro pada tahun 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2016 yaitu jika pada tahun 2016 sebanyak 27 kasus yang ditangani pada tahun 2017 turun menjadi 26 kasus. Namun untuk pelaku yang terlibat dengan Narkoba mengalami peningkatan yaitu pada tahun 2016 sebanyak 29 pelaku pada tahun 2017 sebanyak 34 pelaku.

“Sedangkan untuk barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun sebanyak 9,41 gram sabhu dan sebanyak 958 butir obat daftar G, untuk tahun 2017 sebanyak 242 gram sabhu dan 958 butir obat daftar G”, terang Kapolres.

Untuk peredaran minuman keras (miras) yang tangani pada tahun 2016 dan tahun 2017 jumlah kasus dan pelaku yang telah diproses sama yaitu sebanyak 200 kasus dan 107 pelaku. Sedangkan untuk barang bukti yang diamankan mengalami penurunan yaitu 998 liter pada tahun 2016 dan 580,55 liter pada tahun 2017.

“Sedangkan untuk tren indek kasus pada tahun 2016 dan 2017 sama”, lanjut Kapolres.

Dengan adanya data tren indek yang telah dipaparkan sebelumnya diatas mengenai peredaran miras dan narkoba yang ditangani oleh Sat Narkoba pada tahun 2016 dan 2017 relatif sama menunjukan bahwa saat ini harus terus ditekan agar pada tahun berikutnya mengalami penurunan.

Agar indek mengalami penurunan, Polres Bojonegoro melalui Sat Narkoba kerap memberikan penyuluhan ke instansi perkantoran pemerintah maupun swasta serta sekolah-sekolah untuk meminilmalisir peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Bojonegoro.

“Kami akan terus memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk meminimalisir penyalahgunaan dan peredaran narkoba”, pungkas Kapolres.

banner