Polisi Satlantas Tindak 317 Anak Di Bawah Umur, Dalam Operasi Patuh Semeru 2018

oleh

Operasi Patuh Semeru 2018 di Bojonegoro, Polisi Tindak 317 Anak di Bawah Umur

Bojonegoro – Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selama pelaksanaan Operasi Patuh 2018, jajaran Sat Lantas Polres Bojonegoro telah menindak 2.993 pelanggaran, dengan rincian, 2.754 pelanggaran diberikan tilang dan 239 pelanggaran diberikan teguran. Dari jumlah keseluruhan pelanggaran tersebut, 10,59% atau sejumlah 317 pelanggaran, di lakukan oleh pengendara anak di bawah umur.

Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS SH SIK MH, kepada awak media ini mengungkapkan bahwa dalam Operasi Patuh Semeru 2018, terdapat 7 pelanggaran prioritas yang menjadi targer dalam operasi tersebut, diantaranya, pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, pengendara atau pengemudi kendaraan yang melanggar arus, pengendara atau pengemudi yang menggunakan HP saat berkendara, pengendara atau pengemudi dalam pengeruh alkohol, pengendara atau pengemudi yang melebihi batas kecepatan.

“Dan pengendara atau pengemudi yang masih di bawah umur atau masih di bawah usia 17 tahun.” jelas Kasat Lantas.

Adapun jumlah pelanggaran yang didapti petugas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018 berdasarkan jenis pelanggaran adalah sebagai berikut, pengendara kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI, 168 pelanggaran, pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt atau sabuk keselamatan, 141 pelanggaran, pengendara atau pengemudi kendaraan yang melanggar arus, 240 pelanggaran, pengendara atau pengemudi kendaraan yang menggunakan HP saat mengemudi, nihil, pengendara atau pengemudi kendaraan dalam pengaruh alkohol, nihil, pengendara atau pengemudi kendaraan yang melebihi batas kecepatan, nihil.

“Untuk pelanggaran pengendara atau pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur, sejumlah 317 pelanggaran.” jelas Kasat Lantas.

Sedangkan sisanya sebanyak 2.127 pelanggar, adalah pelanggaran pengendara yang tidak dilengkapi dokumen atau surat-surat berkendara, pelanggaran kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, pelanggaran rambu-rambu lalu-lintas dan marka jalan, pelanggaran kendaraan roda empat yang memuat tidak sesuai ketentuan, seperti kendaraan bak terbuka untuk memuat orang.

Lebih lanjut, melalui media ini, AKP Aris berpesan kepada para pengguna kendaraan bermotor, hendaklah saat mengendarai kendaraannya selalu melengkapi dengan dokumen yang sah, baik dokumen kendaraannya maupun pengendaranya, seperti STNK dan SIM.

“Selain itu kelengkapan dan antribut kendaraan juga harus sesuai dengan spesifikasi teknis atau standar yang dipersyaratkan serta mesin kendaraan juga harus sesuai standart pabrikan.” imbuh Kasat Lantas.

Kasat Lantas berharap agar masyarakat terus meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas di jalan raya, meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas menurun.

Terakhir, Kasat lantas juga menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tidak memberikan ijin kepada anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk berkendara di jalan raya. Selain membahayakan anak tersebut, juga dapat membahayakan orang lain.

“Mari kita tingkatkan partisipasi masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Stop Pelanggaran. Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan,” pesan Kasat Lantas.