PKL Pasar : Penak Jamane Kang Yoto

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Sore itu para pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan depan pasar kota Bojonegoro harus merapikan dagangannya saat puluhan anggota satpol PP berseragam lengkap datang, Selasa (06/11/2018) sekitar pukul 15.00 Wib.

PKL yang telah puluhan tahun menempati ruas jalan timur pasar kota Bojonegoro itu tidak mampu berbuat banyak, kecuali mengikuti perintah petugas penegak perda tersebut.

banner

Meski dengan berat hati, setiap lapak dan barang dagangan harus dibawa masuk ke dalam area parkiran pasar.

Petugas satpol PP yang terjun dengan kekuatan penuh langsung membantu merapikan satu demi satu lapak pedagang yang masih berada di ruas jalan.

Tidak ada lagi kompromi untuk mereka (PKL) yang kemarin Senin (05/11/2018) menggelar aksi unjuk rasa di depan pendopo malowopati. Keluh kesah yang disampaikan kepada Bupati pun tampak tidak membuahkan hasil.

Suasana penertiban akhirnya berjalan dengan lancar karena tidak mendapatkan perlawanan berarti dari para pedagang.

Meski begitu, rasa kecewa yang mendalam tidak mampu disembunyikan oleh sebagian besar PKL yang menggantungkan hidupnya dari berdagang di ruas jalan (timur pasar) tersebut.

Raut wajah kebingungan dan khawatir terlihat jelas saat mereka merapikan dagangan dan mencari lokasi (lapak baru) untuk menggelar dagangan.

Salah satu pedagang bernama Zulaikah mengaku harus pontang – penting mencari lapak baru sejak kedatangan satpol PP.

Ia akhirnya menempati lokasi di depan toko perhiasan yang sudah tutup tepat disebelah selatan area parkir pasar.

Zulaikah mengatakan sudah puluhan tahun berdagang jagung di ruas jalan pasar kota Bojonegoro. Berdagang disana menurutnya memberikan keuntungan tersendiri, karena lebih dekat dengan pembeli.

” Kalau disana pembeli tidak usah parkir, kalau disini (parkiran) beli jagung Rp. 2 ribu, biaya parkir Rp. 2 ribu, mending gak beli jagung,” Cetusnya.

Meski usianya sudah tidak muda lagi, Zulaikah mengaku ikut unjuk rasa kemarin Senin. Seluruh aspirasinya sebagai PKL sudah disampaikan kepada Bupati terpilih Ana Muawanah.

Ia pun mengaku kecewa dengan kepemimpinan Bu Ana yang baru beberapa bulan dilantik sebagai Bupati Bojonegoro tersebut. Hal tersebut lantas membuat Zulaikah membandingkan kepemimpinan Bu Ana dengan bupati terdahulu (Kang Yoto).

” ‘Penak Jamane’ kang Yoto, dulu kang Yoto dua periode kita tidak pernah di suruh pindah, sekrang seperti ini ya kecewa dengan Bupati,”Keluhnya.

Dalam penertiban PKL itu, petugas satpol PP juga dibantu oleh pengelola pasar berkeliling untuk mencarikan lapak baru bagi setiap PKL di area parkiran.

” Mulai besok, boleh berdagang diatas jam 5 sore, mohon dipahami ya,” Pesan Kasatpol PP Ahmad Gunawan.(Dn/Red)

banner