Pesanggem Kedungadem dan Sugihwaras Minta Lahanya dikembalikan Perhutani

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Ratusan petani Pesanggem di wilayah kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro meminta Perhutani KPH Bojongoro untuk mengembalikan lahan garapan mereka yang menjadi mata pencaharian turun temurun selama puluhan tahun Senin (22/10/2018).

Hal itu dikarenakan, saat ini ada dua perusahaan besar yang mengambil alih lahan garapan mereka di dua kecamatan tersebut.

banner

Dari informasi yang sudah berkembang luas di d kalangan petani, dua perusahaan itu telah bekerjasama dengan Perhutani untuk mensukseskan program swasembada gula nasional.

Sehingga di Kabupaten Bojonegoro dibutuhkan 400 hektar lahan perhutani yang akan ditanami tebu.

Akibatnya, ratusan hektar lahan garapan petani Pesanggem di dua kecamatan itu terkena dampak. Dan membuat para petani kehilangan satu – satunya mata pencahariannya.

Amin selaku koordinator petani Pesanggem menuturkan, selama ini sangat minim sosialisasi dari pihak perusahaan maupun perhitani KPH Bojonegoro mengenai program tersebut.

Selain itu, para petani juga harus mendapatkan solusi jika tidak dapat lagi menggarap lahan perhutani, pasalnya itu adalah satu – satunya mata pencaharian mereka.

” Ada yang sudah mempersiapkan lahan, tapi tiba-tiba mereka tidak bisa menggarap karena akan diambil alih oleh perusahaan, kan kasihan,” Kata Amin.

Dari dua kecamatan itu kata Amin, ada ribuan petani yang akan kehilangan lahan garapannya jika program tersebut diberlakukan tanpa adanya solusi.

Saat ini para petani kompak menolak rencana Perhutani menggunakan lahan tersebut untuk ditanami tebu oleh perusahaan.

” Sekarang tidak ada kegiatan di lahan, akan terus kita duduki hingga adanya jalan terbaik, yang pasti kita tegas menolak rencana itu,”Tegasnya.

Amin juga mengaku selama ini para petani sudah melakukan komunikasi kepada perusahaan maupun Perhutani. Namun selalu mengalami jalan buntu.
” Kita akan terus upayakan untuk memperjuangkan nasib petani.”Pungkasnya.

Menanggapi hal itu, pihak Perhutani KPH Bojonegoro saat hendak dikonfirmasi Lintasbojonegoro.com pada Senin (22/10/2018) belum bisa memberikan keterangan apapun karena masih sibuk dengan agenda rapat.(Dn/Red).

banner