Pesan Wabup Bojonegoro : Buat Perencanaan Pembangunan Jangan Tumpang Tindih

oleh

LintasBojonegoro.com – Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, M.Pd mewanti-wanti agar Camat dan Kepala Desa tidak membuat perencanaan pembangunan yang tumpang tindih. “Mari kita bekerja secara profesional. Membuat perencanaan pembangunan desa dan perencanaan pembangunan kecamatan jangan sampai terjadi tumpang tindih dengan perencanaan pembangunan yang telah dirancang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kabupaten,” tegas Budi Irawanto saat menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kepohbaru yang berlangsung di Pendopo Kecamatan setempat, Senin (11/2/2019).

Hadir pula dalam acara tersebut yakni, Camat Kepohbaru, Kapolsek, Danramil, Dinas PU Cipta Karya, PU Binamarga, Bappeda, Dinas PMD, Kepala Desa Se Kecamatan Kepohbaru beserta perangkat desa, UPT dan Karang Taruna.

Camat Kepohbaru, Drs. Gunadi menyampaikan, Musrenbang dilaksanakan sebagai tindak lanjut amanat undang-undang nomer 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional. Yang harus diawali dari Musrenbangdes (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa) dari semua wilayah pemerintahan desa yang selesai pelaksanaannya di akhir bulan Januari. Sehingga semua usulan perencanaan pembangunan dari setiap desa bisa dibahas dalam forum Musrenbangcam. “Jadi, semua usulan tidak semuanya harus dilaksanakan. Namun harus dipilih skala prioritasnya, yang sesuai dengan arah dari RPJMD Kabupaten Bojonegoro,” ungkapnya.

banner

Sebelum membuka acara Musrenbangcam Kepohbaru, Wakil Bupati Bojonegoro Drs. H. Budi Irawanto, mengungkapkan, target pemerintah Bojonegoro akan membangun sebanyak 60 prosen jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan. “Pada tahun 2021 jalan dan jembatan yang rusak akan tuntas pembangunannya. Kami harapkan desa juga dapat menargetkan rencana pembangunan dengan berkoordinasi kepada Camat agar tidak ada kendala dan kesalahan dikemudian hari,” tegasnya. (Kang Zen)

banner