Persiapan Kecamatan Ngasem Sambut Hari Santri 2018

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Peringatan Hari santri tahun 2018, di Kecamatan Ngasem sudah sampai pada persiapan maksimal, diperkirakan peserta kirab dan pawai hingga mencapai 400 kendaraan roda 4.

Camat ngasem Mahmudin ,AP.MM. didampingi sekcam Ardhian, SSTP. MM. Menjelaskan bahwa, untuk peringatan hari santri tahun ini (2018), bertema ” Bersama santri damailah negeri”.

banner

Dalam peringatan ini, memang hampir jalur poros desa akan di lalui, titik nol dari desa wadang, yakni balai desa wadang, mengenai persiapan kondisi jalan, pengaturan parkir,start berjalan, adalah partisipasipasi pemerintahan desa wadang dan ponpes Mambaul Ulum wadang, dalam pemetaannya parkir mengingat jalan desa dijubeli kendaraan roda 4 dalam kwantitas ratusan, belum lagi sepeda motor.

Planningnya seperti itu. Tolong sekalian konfirmasi ke pak kades wadang atau ke pak fauzan kasun wadang. Tapi jangan lupa sebelum ke wadang, temui pak Khoiri, SH.(selaku timses hari santri yang untuk kecamatan ngasem dipusatkan di desa Bareng, usei pak khoiri, konfirmasi pula pak kades,Bareng Rudi hartono, SH. sudah kayak apa persiapannya desanya,akan menjadi pusat kegiatan hari santri, termasuk kades lainnya lah, tingkat partisipasinya. Ok”, pesan camat.

Lebih lanjut, mantan kabag Humas pemkab Dan juga mantan camat sumberrejo ini, juga mengatakan bahwa, di wilayah kecamatan ngasem ada 5 ponpes, yakni di desa Bareng ada 2 (Ass-Syakur & Al-Marzuki), Dukoh kidul Wasillatul huda, Wadang Mambaul Ulum, dan Jampet Muftakhul Huda.
Sedangkan yang perpaduan modern dan shallaf yakni yang dukoh kidul, sedangkan As-syakur juga banyak fasilitas pendidikan madrasah dan umum pula. Dan berbekal mengenyam dunia ponpes adalah dasar memiliki karakter akhlaqul kharimah. Oleh karena itu, jangan takut mondok. Tapi jangan mondok diartikan nge-kost, tapi mondok untuk belajar ilmu agama. Supaya hidup ini bisa mengaktualkan diri, bisa mencapai bahagia dunia dan bahagia akhirat. Yaa seperti lagunya pak Haji Rhoma Irama, “Buat apa berjaya di dunia , kalau akhirat…celaka. Marilah kita capai bahagia, dialam fana & Baqa”, lanjut Camat Mahmudin.

“Pendidikan yang lengkap yaa di pondok, ilmunya dapat, amalnya juga dapat”, imbuh sekcam Ngasem Ardhian, STTP.MM.

“Menempuh pendidikan di pesantren ujungnya terbangun karakter serba Lillahi ta’alla. Karena modal utama niat ibadah, tidak terlalu banyak tuntutan perihal dunia semata, namun ukhrawi harapan utama, dan menjadikan bangsa ini yang mengarah ke ‘Fastabiqul khairat’. Jikalau,sudah demikian , insya Allah negeri ini menjadi negeri yang ‘Baldattun thayibbatun wa rabbun ghafur’. Tandas Camat yang harmonis dengan,sekcamnya. Maklum dari STPDN mereka juga dalam tingkatan kakak beradik. Maka tidak jadi,soal penting, ketika dikonfirmasi reporter,media inline :lintasbojonegoro.com, justru yang duduk didepannya meja sekcamnya, karena camatnya sedang mengunjungi ruangan sekcam. Ironis memang, tetapi begitulah,adanya. Pertanda Sinergy & harmonis.

Termasuk ibu Bupati kita, juga meng-agendakan kegiatan peringatan yakni perpaduan waktu antara hari jadi Kabupaten Bojonegoro dan hari santri , dibuat sama sama meriah, sebagai ungkapan rasa bersyukur atas segala karunia yang diberikan pada Bojonegoro. Itulah kira kira , karena menurut Seorang yang pernah menjadi sahabat karibnya bu DR. Hj. Anna muawanah, MSi, bu Anna (sapaan,akrab bupati Bojonegoro), ketika menjadi santriwati ponpes di jombang, adalah santriwati teladan. Cerita Yulistiana, S.Ag.(teman sekamar selama diponpes jombang era 80-an).

“Harapan kami (camat & sekcam), untuk para orang tua santri/wali santri, dengan menyekolahkan anak di pesantren, hendaknya diniati ibadah, insya allah mereka kelak menjadi putra putri bangsa yang berakhlaqul kharimah ,kelak, mereka insya Allah mampu menyeimbangi dunia modern dengan imtaq (iman & taqwa),”.

Dihari santri, pasti ada syairnya pak,Haji Rhoma irama ,ya mas eko, gimana syairnya,?”, tanya sekcam seraya bercanda.

“Kalau yang dimaksudkan, membangun masa depan ,cuma rumah dan sedan, oooh sangat menyedihkan, karena semua pasti ditinggalkan. Masa depan sejati, akhirat yang hakiki, tak percuma tenaga, tak percuma biaya, bila hasilnya bahagia abadi”, jawaban penulis.

“Lha makanya jangan takut mondok..! “, ulas camat yang masa kecilnya pernah jadi santri yang insya Allah akan bertindak sebagai inspektur Upacara,HUT Santri ke 3 x, untuk 2018 dipusatkan di lapangan desa Bareng.

“Untuk rute dan jadwal kegiatan silahkan temui pak chori, SH. (Staf kecamatan ngasem), sekarang pak khoiri ada di depan rumah mantan pak sekdes Bareng. Sekaligus disitu ada juga pak kades bareng, dan juga pak kasi pem maji, SH. Juga aditya dharman. Himbau sekcam.(Ek)

banner