Perseteruan Antara Pihak Pondok Al Barokah dengan Warga Ngetrep

oleh

Reporter Budiono

Lintasbojonegoro.com – Semakin bertambahnya jumlah penduduk semakin banyak pula kebutuhan yang harus terpenuhi,khususnya disektor pendidikan baik dipendidikan formal maupun informal. Seperti halnya di Gilang ngetrep kelurahan Babat kabupaten Lamongan, dimana berdiri pondok Al-barokah di atas tanah TN ( tanah negara).

Dengan terbatasnya luas tanah yang di tempati pondok, akhirnya pengurus yayasan Al-barokah memperlebar lagi luas wilayah guna mendirikan MCK (mandi cuci kakus)di atas tanah TN tepatnya di belakang makam sesepuh dusun tersebut yang bernama R.NG.K.H.Syech Moehammad Djojohadi koesoemo atau lebih di kenal dengan sebutan Mbah Tjok brosot.

banner

Makam tersebut sudah lama dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Dengan berdirinya MCK di dekat makam mengundang kemarahan semua warga.

Sehingga ibu Siti Aminah selaku lurah Babat mengajak kedua belah pihak untuk tabayun mencari solusi(jalan keluar).Tepat pada tanggal (22-7_2018) pukul 10.00 wib, diadakan musyawarah yang bertempat dalam pondok Al-barokah yang dihadiri oleh pengurus pondok, tokoh masyarakat ,LPM,Lurah Babat,pengurus makam keramat ,pihak kepolisian,dan beberapa awak media.

Aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat menghendaki agar tidak mendirikan bangunan di area makam,musawarah yang dilaksanakan tidak memperoleh titik temu ,sehingga ibu lurah selaku mediator menunda penyelesaian permasalahan tersebut sambil menunggu keputusan dari Pemkab Lamongan.(Bud/Red)

banner