Peredaran Narkoba Diduga Merambah 28 Kecamatan Di Kabupaten Bojonegoro

  • Whatsapp

lintasbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tak pernah lelah melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) hari ini, Selasa (3/12/2019) Pemkab menggelar seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dengan memgambil Tema Bahagia tanpa Narkoba. Peserta seminar ini yakni seluruh BEM perguruan tinggi di Bojonegoro dan mahasiswa STIKES Rajekwesi.

Saat membuka acara, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro Drs. Kusbiyanto menghimbau kepada seluruh peserta yang hadir untuk jangan sampai terjerumus dalam dunia narkoba. “Saya berpesan kepada mahasiswa dan seluruh peserta yang hadir untuk jangan sampai terjerumus ke dunia narkoba,” tuturnya

Muat Lebih

Kepala Bakesbangpol juga mengajak seluruh peserta seminar yang notabennya adalah mahasiswa untuk bersama-sama mencegah & membrantas narkoba. Karena hal tersebut bukan saja menjadi kewajiban pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Mari bersama-sama mencegah dan membrantas narkoba, karena hal tersebut merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa, termasuk mahasiswa,” tutupnya.

Dalam acara yang dilaksanakan di Aula STIKES Rajekwesi, Ngumpakdalem Kecamatan Dander tersebut, peserta juga diberi banyak wawasan oleh dua nara sumber, yaitu Ustadz Yogi Prana Izza, Lc, MA dan Iptu Imam Mutakin, S.Sos, MH, Kepala Bagian Operasi (KBO) Satnarkoba Polres Bojonegoro.

Dalam paparannya, Ustadz Yogi menerangkan, setidaknya ada 3 dampak yang terlihat nyata akibat narkoba. Pertama adalah dampak ekonomi (dalam 1 tahun diperkirakan kerugian negara mencapai 250 trilyun). Kedua kerugian jiwa (kurang lebih 30-50 orang diperkirakan tewas dalam setiap harinya akibat narkoba) dan ketiga hancurnya karakter bangsa.

“Dampak nyata narkoba tersebut setidaknya ada 3, yaitu dampak ekonomi, kedua kerugian jiwa dan yang ketiga hancurnya karkater bangsa,” jelasnya.

Sementara itu, Iptu Imam Muttakin dalam paparannya mengatakan, bahwa Satnarkoba polres Bojonegoro sangat bersungguh-sungguh dalam membrantas peredaran narkoba. Selain itu Iptu Imam Mutakin juga menjelaskan tentang jenis-jenis narkoba beserta dampak yang dialami penggunanya.

“Satnarkoba polres Bojonegoro bersungguh-sungguh dalam mencegah dan memberantas pengedaran narkoba,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro saat ini terus dipantau oleh tim Satnarkoba karena dimungkinkan pengedar narkoba merambah kesana. Dijelaskan, sejak Januari hingga awal Desember 2019 di Kabupaten Bojonegoro terdapat 47 kasus narkoba yang ditangani Polres Bojonegoro. Sebanyak 37 pelakunya adalah laki-laki, sedangkan 10 orang lainnya adalah wanita.

Usai paparan dari kedua nara sumber kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang di moderatori oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Bojonegoro, Kuzaini. ***

Reporter : Aditya Nugraha

Pos terkait