Pengurusan Dokumen di Disdukcapil Bojonegoro Semua Gratis

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Berikut Paparan Plt. Kepala Kantor catatan sipil kabupaten,Bojonegoro, Ir. H. Tedjo Susmono, MSi. Ketika ditemui wartawan lintasbojonegoro.com diruang kerjanya, pada hari rabu (19/9/2018).

Para kasi dan staf kantor catatan sipil kabupaten Bojonegoro, sejak awal september 2018, hampir kuwalahan, identik ruang tunggu pemohon perlu dilebarkan 2,5 lipat, karena pemohon membludak dan terkesan sumuk, ac dan kipas angin bagaikan tak mampu ndamoni atau nyebuli keringat pengunjung, seperti antri karcis pak film pak Haji Rhoma Irama era 80 an, bahkan peliput dari Lintasbojonegoro ngantri konfirmasi tertunda 5 hari, mengingat,saling bisa memahami tanda tangan sekitar 550-700, maka kemarin (19/9/2018), pukul 08.00, thet mumpung berkas pengajuan,dari pemohon. Itu pun seksi Humas Handayani, SH. Hanya mengarahkan ke sekdin Andriyanto, STTP.MM. Dan Sekdin menyarankan , cari bahan tulisan ke pimpinan saja, soal data jumlah pelayanan monggo, konfirmasi satu pintu,saja ke bu Yani selaku humas, lha berhubung sama sama sibuknya, kami percaya, peliput tersabar mas eko ini, bisa memaklumi, ok. Ketemu Bapak pimpinan saja yaa. Dari awal bulan ini, full berjubel,”,kata,Sekretaris kantor catatan sipil.

banner

Kepala Kantor Catatan Sipil Bojonegoro, dalam uraiannya sebagai berikut;, dari data yang kami tanda tangani, rata rata per hari, 450 pemohon, KK 350, Akte kelahiran 126, belum termasuk Akte kematian. Informasikan pelayanan untuk mendapatkan itu semua gratis..tis..tis. Dan disarankan semua pemohon ngurus sendiri ,jangan lewat Calo. Tenaga disini banyak yang pensiun, untuknya ada,anak anak sekolah magang/praktek kantoran. Untuk kelancaran dikemudian hari, sebagai inovasi yakni perlu adanya pembenahan,system dan penambahan alat, diantaranya, mengadakan penataan maupun aplikasi untuk pelayanan. Pengadaan: pelayanan nomor antri secara elektronic, pemantauan/monitoring, AC ruang tunggu yang memadai. Cronofis. Peningkatan,SDM agar selalu siaga pada tugas yang dihadapi, tidak monoton, misal pendataan selesai yang lain belum , yaa bisa dikerjakan bersama, tidak usah banyak tanya dan tidak hanya nenunggu bidangnya, tapi kethok e koncone repot yaa direwangi, ben cepet ndang bar ndang wis, lalu mengerjakan lainnya. Karena kita pelayan masyarakat , cepat tepat dan tanggap dalam bersikap. Tentunya LCD, Komputer printer, sound system memang harus kita,siapkan yang prima, ojo lemod, masyarakat itu tadi, pelayanan ramah, cepet dadine tur gratis.

Ramai ramainya dari awal,september ini, yakni untuk kebutuhan Pilpres, yang usia wajib ber KTP harus KTP, Suket (,Surat keterangan) sudah tidak berlaku. Lalu untuk pendaftaran TNI, Pendaftaran CPNS, dan pernikahan setelah bulan Suro juga iyaa.hhhh.

Dan wacana ke depan akan dibukanya UPT ada empat titik, titik inti adalah Padangan dan Sumberrejo yang dua untuk titik tengah bojonegoro barat dan tengah bojonegoro timur , ngasem dan Sugihwaras. UPT Padangan untuk Padangan, kasiman, kedewan, ngraho,tambakrejo margomulyo, purwosari. NGASEM untuk Ngasem, Ngambon, Kalitidu (bisa kota bisa ngasem), sekar, Bubulan. Dan UPT Sugihwaras bisa untuk pelayanan Sugihwaras, Temayang, Gondang , Sukosewu kedungadem. Dan UPT Sumberrejo untuk melayani Sumberrejo, Kanor, Baureno, Kepohbaru , Balen. Yang seperti kota, Dander, kapas, trucuk, (kalitidu timur, serta Desa kec. Malo bagian timur, misal sukorejo, trembes tulungagung,tanggir, semlaran dekat ke Bojonegoro, lha yang malo bagian barat bisa ke UPT Padangan).

“Ingat, proses jadi, kalau Kk selambat lambatnya 3 hari, KTP jika sudah rekam 1 hari, kalau akte 2 hari. Lha kog seminggu,atau 12 hari. Berarti seperti lagunya Ayu thing thing “Salah alamat”.untuk pelayanan ditingkat kecamatan memang printernya sudah saatnya diganti yang baru.

Untuk plaza pelayanan itu sebatas wacana, jangan ndhikik i kersa. Untuk kegiatan publik masih menyesuaikan , kalau kondisi memungkinkan yakni kisaran 4-5 ribu pemohon, kita lakukan pelayanan publik system jemput bola, tapi lokasi misal kecamatan jumlah penduduknya padat, belum pernah penyelenggaraan pelayanan publik tingkat kabupaten, lalu signal jaringan kuat. Misal Malo, tempat memadai, penduduk padat, jaringan signale bagaimana. Sudah yaa, ni sudah ada berkas yang masuk”.(Ek/Red).

banner