Pengrajin Asal Baureno ini Dapat Omzet Rp. 200 Juta di Bojonegoro Expo

oleh
Stand Kecamatan Baureno

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Berkah Bojonegoro Expo tahun 2018 ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di wilayah Kecamatan Baureno. Baru buka stand 5 hari, omzet yang diperoleh olehnya mencapai Rp. 200 juta.

Mas Irul selaku koordinator (penjaga stand) mengungkapkan, baru pertama kali ini mengikuti Bojonegoro Expo. Pasalnya pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada koordinasi dari setiap kecamatan.

banner

Selain itu kalau ingin pesan stand sendiri juga harganya cukup mahal, jutaan rupiah. ” Kalau ini kita digratiskan tidak bayar stand sama sekali,” Kata Mas Irul.

Berkah langsung dirasakan, baru beberapa hari ada pengusaha yang tertarik dengan kerjainan debok pisang dari stand Kecamatan Baureno.

Tidak tanggung-tanggung pengusaha asal luar kota tersebut memesan 1 ton kerajinan debok pisang dengan harga sekitar Rp. 200 juta.

” Katanya mau digunakan untuk kafe dengan konsep debok pisang,” Ujar Irul.

Irul mengaku bersyukur dengan konsep expo tahun ini, dengan melibatkan pengrajin lokal. Dimana hal itu belum pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Selain memesan kerajinan debok yang berbentuk tali, pengusaha tersebut kata Irul juga memesan kerajinan kursi dari debok sebanyak 20 set.

Diketahui kerajinan debok dari kecamatan Baureno ini dikelola oleh kelompok dari 3 desa. Yaitu desa Pomahan, Pucangarum, dan Kedung.

” Dengan expo seperti ini harapanya masyarakat tahu bahwa di Baureno bisa menjadi sentra kerajinan debok pisang.”Pungkasnya.

banner