Penggugat Pengisian Perangkat Desa Tidak Hadiri Sidang, Ada Apa?

oleh

LintasBojonegoro.com – Sidang kasus gugatan pengisian perangkat desa di kabupaten Bojonegoro kembali digelar pada hari Rabu (14/02/2018) sekitar pukul 11.00 wib di pengadilan negeri Bojonegoro jl. Hayam Wuruk.

Namun, sidang dengan agenda pembuktian dari penggugat maupun para tergugat (1,2,3 & 4) itu harus ditunda. Pasalnya pihak penggugat yaitu Bagus Kurniawan atau penasehat hukumnya tidak hadir dalam persidangan.

” Dimana ini penggugat kenapa tidak ada? Coba dipanggil kembali,” Kata Hakim ketua Pransis Sinaga, SH, MH.

Setelah dilakukan pemanggilan sampai dua kali oleh panitera pengganti, penggugat ternyata berhalangan hadir.

Akhirnya sidang akan dilanjutkan kembali setelah dua Minggu, yaitu pada tanggal 28 February 2018 mendatang.

” Sesuai dengan hukum acara perdata kita, yang dari jaman Belanda belum pernah diubah, kita akan lakukan pemanggilan kepada penggugat, untuk memberikan satu kali kesempatan,” Kata Hakim ketua.

Selain penggugat, tergugat 1 atau tim pengisian perangkat desa Kedungrejo Kecamatan Malo juga tidak hadir tanpa keterangan. Diketahui tergugat satu dalam eksepsinya terlihat mengamini gugatan dari penggugat.

Sementara itu tergugat 2 Khamim, tergugat 3 Unnes, dan tergugat 4 Bupati Cq Tim Kabupaten pengisian perangkat desa semua menghadiri persidangan.

Ketidakhadiran penggugat dalam persidangan itu menimbulkan pertanyaan bagi para kades yang ikut hadir dalam sidang tersebut.

Setidaknya kurang lebih ada 5 kades yang ingin ikut menyaksikan jalanya persidangan gugatan pengisian perangkat desa tersebut. Termasuk kades Sambiroto Kecamatan Kapas Sujono yang ingin melihat mantan sekdesnya (Khamim) di persidangan.

” Kenapa ini malah tidak hadir, ada apa? saya sudah sempatkan kesini dari rumah buru – buru,” Cetus Samudi salah satu kades yang ikut menghadiri persidangan. (Pin/Red)