Pendeta Kristen, Kyai, TNI, Polri Tolak People Power

oleh -171 views

lintasbojonegoro.com – Gerakan menolak people power semakin menguat. Kali ini penolakan people power dilontarkan tokoh agama Kristen di Bojonegoro, Pendeta Stefanus. “People power merupakan gerakan inkonstitusional yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Itu sebabnya harus kita tolak,” tegas Pendeta Stefanus saat menjadi nara sumber Forum Grup Diskusi (FGD) yang diselenggarakan Polres Bojonegoro, Rabu (15/05/2019), bertempat di Aula AP 1 Rawi Polres Bojonegoro.

FGD dilaksanakan untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama bulan Ramadhan 1440 H di wilayah Hukum Polres Bojonegoro. Hadir dalam acara diskusi tersebut Ketua FKUB Kabupaten Bojonegoro, Ketua I Bamag Kabupaten Bojonegoro, PJU Polres Bojonegoro, Kanit Binmas Jajaran Polres Bojonegoro,  Da’i Kamtibmas Jajaran Polres Bojonegoro dan Pendeta Kamtibmas jajaran Polres Bojonegoro.

Pendeta Stefanus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersabar menunggu hasil keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Mei 2019 nanti. Selain itu, dia mengajak semua elemen masyarakat menghormati keputusan KPU tentang hasil pemilu serentak. Karena merupakan hasil suara dari rakyat saat melakukan pemungutan suara pada Pemilu tanggal 17 April 2019 lalu.

banner

“Apapun hasilnya nanti, tetap rakyat yang menang. Karena itu merupakan hasil aspirasi rakyat Indonesia,” ucap Pendeta Stefanus.

Usai pengumuman KPU, Pendeta Stefanus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersatu sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Dan tetap menghormati siapaun pemimpin Indonesia yang terpilih nanti. Selain itu, masyarakat dihimbau terus membangun komunikasi dengan baik antar sesama, agar tidak mudah terhasut oleh berita atau isu yang tidak benar yang dapat membuat perpecahan bangsa.

“Masyarakat Indonesia harus bisa menjaga diri agar tidak terjadi perpecahan dan masyarakat dapat membangun bangsa yang lebih maju,” imbuh Pendeta Stefanus.

Munculnya kelompok radikalisme yang saat ini mulai banyak muncul, Pendeta Stefanu mengajak untuk menjadi hal yang perlu kita waspadai bersama. “NKRI merupakan harga mati, mari kita jaga bersama keutuhanya,” pungkas Pendeta Stefanus.

Diakhir acara dilaksanakan deklarasi dari semua tokoh lintas agama untuk menjaga keutuhan NKRI, mematuhi aturan perundang – undangan, menolak People Power karena merupakan tindakan yang inkonstitusional, menjaga kebersamaan semua eleman masyarakat, menjaga Bojonegoro tetap aman damai dan sejuk serta selalu berdoa dan berdzikir untuk keamanan bangsa dan negara Indonesia. (Aditya)