Pemkab Berharap Sektor Industri Kreatif Bisa Topang APBD

oleh

Reporter : Kuzaini

BOJONEGORO – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kab. Bojonegoro bersama Dewan Riset Daerah menggelar kegiatan Temu Komunitas Industri Kreatif dengan 50 orang pelaku industri kreatif di Bumi Angling Dharma, Sabtu (30/3/2019) bertempat di Adellia Cafe. Menurut Kepala Disperinaker Agus Supriyanto, SH, M.Si, pertemuan tersebut dimaksudkan untuk membangun sinergi antara pemerintah dan komunitas guna meningkatkan kesejahteraan berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif.

“Pemkab Bojonegoro terus berupaya menggairahkan ekonomi kreatif sebagai keseimbangan industri migas, dimana Bojonegoro menjadi pemasok 20 persen kebutuhan migas nasional,” kata Agus Supriyanto.

banner

Ia mengungkapkan, sektor industri kreatif di Bojonegoro pernah sukses di tahun 2017 hingga pertengahan 2018. Namun kemudian industri kreatif mengalami stagnasi akibat adanya ketidakpastian pasar ketikas terjadi suksesi kepemimpinan pada pertengahan 2018. Menurut Supriyanto, ada beberapa langkah konkrit yang pernah dilakukan Pemkab Bojonegoro, yakni membangun Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK), membentuk komunitas-komunitas kreatif, meningkatkan kualitas pelaku industri kreatif melalui pelatihan, meningkatkan standarisasi produk, serta mendorong pemasaran online.

“Kita berharap sektor industri kreatif kembali bergairah, sehingga kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan lapangan kerja bisa bertambah,” tuturnya.

Sementara itu anggota Dewan Riset Daerah, Dani El Hadi, yang menjadi nara sumber dalam kegiatan tersebut mengatakan, hasil dialog dengan para pelaku industri kreatif akan disampaikan kepada bupati untuk selanjutnya dijadikan dasar pembuatan regulasi yang berpihak pada sektor industri kreatif.

“Diharapkan sektor industri kreatif nantinya juga bisa menunjang pendapatan APBD melalui sektor perpajakan,” kata Danil El Hadi.

Ditanya mengenai gedung Pusat Pengembangan Industri Kreatif (PPIK) yang dialihkan fungsinya, Dani El Hadi mengatakan, jika memang gedung ekonomi kreatif sangat dibutuhkan maka bisa diusulkan kembali untuk dibangun. *

banner