Pemdes Sambongrejo Akan Laporkan Akun Facebook Penyebar Berita Hoax

  • Whatsapp


Bojonegoro — Merasa dituding dan dicemarkan nama baiknya, Pemerintah Desa Sambongrejo Kecamatan Gondang Kabupaten Bojonegoro, melalui Eko Prasetyono akan mempolisikan penulis berita yang disebar di salah satu akun Facebook ” Katerr pasker dablek & Sulis ” . Hal itu disampaikan dalam jumpa pers di balai desa setempat, Minggu (16/02/2020). Eko Prasetyono saat ini adalah Calon Kades nomor urut 2 di Desa setempat.

Muat Lebih

Eko kecewa dengan adanya tudingan yang disebar di Facebook. Apalagi isi beritanya tentang keuangan desa di 2017 – 2019 saat dirinya menjabat Kades. Muatan berita yang diunggah di akun Facebook dengan judul ” GMBI Soroti Dugaan Penyelewengan Keuangan Desa di Bojonegoro “. Menurut Eko Prasetyono adalah berita hoax yang tidak kredible.

Postingan di Facebook tersebut saat ini sudah di Screenshot oleh pemerintah Desa dan akan digunakan sebagai bukti adanya dugaan pencemaran nama baik.

Apalagi saat ini hari tenang di Pilkades dan hari pencoblosan serta perhitungan suara pada 19 Pebruari, yang kurang dekat hari. Didampingi perangkat desa lainnya, dia menjelaskan bahwa dirinya selaku Calon Kades dari incumbent melawan Calon Kades nomor urut 1 Sukran, tidak merasa atau melakukan penyelewengan uang desa apapun seperti yang ditudingkan dalam akun Facebook, ditegaskannya tudingan tersebut lebih kepada pengembangan opini semata yang tidak mendasar.

“Itu berita hoax yang tidak kredible, berita menyudutkan dan lebih kepada pengembangan opini semata, tentunya ini sudah mencemarkan nama baik Pemdes Sambongrejo. Saya menganggap berita yang disebar atau diviralkan di akun Facebook tidak mendasar karena tidak jelas sumbernya dan tanpa adanya konfirmasi dahulu kepada saya maupun perangkat di balai desa,” jelasnya.

Dia menambahkan, bukan hanya tudingan atau pencemaran nama baik Pemdes Sambongrejo namun penulis berita tidak memberikan hak jawab.

” Seperti ini sudah jelas melanggar etika jurnalistik dan Undang Undang Pers, jika penulis tidak menunjukan itikad baiknya maka permasalahan ini kami laporkan kepada kepolisiaan. Kenapa berita hoax ini diviralkan saat saya mengikuti Pilkades, yang calonnya cuman dua. Saya dan Pak Sokran,” pungkasnya.

Rencananya Pemdes akan melaporkan permasalahan ini ke Polres Bojonegoro pada Senij 17 Februari 2020.

Pos terkait