Pembinaan Aparatur Pemerintahan Desa Rendeng Kecamatan Malo

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia, sebagai pelaksana roda pemerintahan di desa, maka dilaksanakan Pembinaan Aparatur Pemerintahan di desa Rendeng Kecamatan Malo pada Jumat (03/08/2018).

Camat Malo, Mohammad Arifin, S.Sos.MSi. Menjelaskan bahwa kegiatan ini karena sudah diatur oleh Undang Undang, tentang Pemerintah, membina dan mengawasi pelaksanaan pemerintahan desa. Sedangkan untuk desa Rendeng, punya potensi wisata edukasi maka perlu ditingkatkan lagi yakni kondisi infrastruktur.

banner

Adapun Gubernur Jawa Timur menitik beratkan bidang pemberdayaan. Dan Presiden Indonesia Jokowi, mengharapkan,adanya peningkatan kapasitas pemerintahan desa. Termasuk tugas Dan pengembangan kelembagaan desa tersebut.

“Kegiataan ini ada acuannya , dan tujuan serta harapannya seakan peningkatan SDM aparatur desa guna peningkatan sejahtera untuk semua. Baik aparatur pemerintahannya maupun warganya. Sedangkan Dana pelaksanaan kegiatan ini dari Pemerintah, dan kegiatan ini bukan mengada-ada. Dan kewajiban pemerintahan kecamatan harus melaksanakan”, ulas Camat Malo dengan bijaksana.

Sebagai moderator kegiatan ini adalah Sekcam Malo, Drs.Abriyanto, sedangkan narasumbernya para Kepala Seksi kecamatan, yakni kasi : Sosial, PMD, Pemerintahan, serta kasi trantib.

Berikut, sedikit cuplikan materi yang disampaikan para kasi, seperti kasi sos. HM.Hariyadi, S.Sos.MM. Memberikan wawasan bahwa bantuan yang dulu misal raskin sekarang tidak bisa, jadi rastra, dan apa perlunya dibina, agar perangkat desa tahu apa ini pembinaan dan perlunya apa, sehingga ada permasalahan jangan sampai diekspose keluar, akan tetapi diupayakan penyelesaiannya di dalam dulu. ” Yo nak yo lha nak ora yo, terus piye “. Katanya.

Sedangkan , kasi PMD Jelita Hapeahan, SH.Mengatakan, tahun depan kemungkinan tidak mengadakan Musrenbang. Sebab beberapa usulan hampir 20an usulan ,ternyata hanya satu yang disetujui. Memang ada beberapa faktor sebab. Kalau pembinaan ini jelas juga acuannya. Yakni pedal 112. Tentang pembinaan dan pengawasan aparatur pemerintahan desa. Analogy, pemerintahan desa itu ibarat kendaraan roda empat, apabila kempes satu, maka walau bisa berdiri namun tidak bisa berjalan.

” Oleh karena itu roda pemerintahan desa bagaimana untuk bisa jalan baik, tentunya jangan sampai ada yang kempes, walaupun satu,” Ungkapnya.

Kasi pemerintahan, Safuan yang biasa dengan sapaan akrab, “kung wan”, menyampaikan beberapa hal, yakni sebagai perangkat desa, mbok yaho, sekarang sudah bergaji tetap dan tunjangan, jam 07.00.wibb. Itu minimal harus,sudah,ada dikantor. Ojo alasan niliki sawah dhisik, dhewe karo biyen, alasan jarang ngantor, alasane jadi pamong bayarane bengkok, sekarang maenseet tersebut harus dihilangkan.

” Kami tidak memarahi tapi mengingatkan saja. ‘Tenong raono pathek-e, omong raono entek e,” Ucapnya.

Berikut Kasi trantib, Agus Prayitno, S.Sos. “peranan kami, lain dari para bapak bapak tadi, yang lain membahas penggunaan anggaran. Namun,sesuai perda nomor 15, justru isinya Melarang, misal barang siapa menyediakan,mengikuti, maupun menfasilitasi judi, maupun miras, akan kena sanksi. Hidup kurang nyaman, karena tidak perilakunya tidak tertib. Jajal genyo, tertib pasti nyaman,” Tegasnya.

Kades Rendeng Muslih, ST. Menyampaikan bebarapa hal tentang kenapa Pembinaan Aparatur , baru sekarang
dilaksanakan, karena bulan juli kemarin asap pembangunan mushola. Oleh karena itu.

” Kami selaku kepala desa mengajukan dispensasi untuk mundur sedikit waktu pelaksanaan pembinaan aparatur desa Rendeng,” Jelasnya.

“Kami berterima kasih untuk semua, hadir sesuai yang kita undang.”, ulas kades Rendeng yang merupakan Sarjana Tehnik tersebut.(Ek/Red).

banner