Pembauran Antar Suku, Ras Dan Etnis Di Bojonegoro Tetap Harmonis Di Era Milenial

  • Whatsapp

lintasbojonegoro.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Bojonegoro, Drs. Kusbiyanto, mengatakan keberagaman suku, ras dan etnis di Kabupaten Bojonegoro dalam membangun kebhinnekaan tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, masyarakat Bojonegoro yang terdiri dari berbagai suku, ras dan etnis selama ini hidup guyub rukun dan saling membantu dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Pembauran suku, ras dan etnis di Bojonegoro khususnya dan di Indonesia pada umumnya sebenarnya sudah lama terbangun dan sudah final. Namun demikian harus tetap kita lestarikan dan kita jadikan kebutuhan paling mendasar, serta harus kita aplikasikan dalam kehidupan setiap hari,” tutur Kusbiyanto pada saat membuka seminar Forum Pembauran Kebangsaan di halaman kantor Bakesbangpol Bojonegoro, Jumat (15/11/2019).

Muat Lebih

Dia mengungkapkan, pembauran pada zaman dahulu tercermin dalam kegiatan gotong royong serta mengutamakan musyawarah mufakat untuk menyelesaikan setiap persoalan untuk menjaga kerukunan. Pihaknya bersama Forum Pembauran Kebangsaan pernah membantu menyelesaikan pendirian gereja Bethany.

“Kerukunan umat Islam dan Kristen yang memiliki pengikut dari berbagai suku, ras dan etnis di Desa Kolong, di Kecamatan Kasiman, serta di Dusun Kwangenrejo tetap terjaga dengan harmonis. Mereka saling membantu dalam kegiatan peringatan hari besar keagamaan, sehingga benar-benar tampak indahnya kerukunan dalam bingkai kebhinnekaan,” tutur Kusbiyanto.

Menurut Kusbiyanto, proses pembauran antar suku, ras dan etnis makin membaik di era milenial. “Komunikasi antar suku, ras dan etnis di era milenial semakin mudah dengan adanya alat komunikasi android. Sehingga setiap muncul hal-hal yang bisa mengganggu ketentraman masyarakat bisa dicegah secara dini,” ungkapnya. Meski demikian, ia mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah terpancing adanya informasi yang bersifat hoak dan menyesatkan yang bisa menimbulkan perpecahan.

Dalam kegiatan Seminar Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) yang digelar Bakesbangpol Bojonegoro ini menghadirkan dua orang nara sumber yaitu Daiman Sinaga, Pendeta dari Bamag (Badan Musyawarah Antar Gereja) dan Bangun Simatupang, Ketua FPK Bojonegoro. Seminar yang dimoderatori Saifudin Zuhri dari Bakesbangpol ini mengambil tema “Menjalin Persatuan Dalam Membangun Kebhinnekaan. Kami Berbeda Suku, Ras dan Etnis, Tetapi Tetap Satu Indonesia.” *** (Kang Zen/Aditya)

Pos terkait