Pahlawan Pendidikan Bojonegoro

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — GURU ada hymne yang mengarah pada pujian sebagai Pahlawan Pendidikan. (Maaf, kami tidak menyebutkan Pahlawan tanpa tanda Jasa), karena semua guru ber-Jasa.

Sosok pendidik yang masuk katagori di media online, www.lintasbojonegoro.com ,(15/10/2018), adalah Drs.H.Moh.Tamyis, MPd. Kepala sekolah SMA PGRI Sumberrejo.

banner

Berikut, hasil liputannya, SMA PGRI Sumberrejo berdiri sejak tahun 1984, pernah mengalami masa kejayaan dari tahun 1987 sampai tahun 1997, ibarat peminatnya sampai melebihi kouta. Itu semua karena kwalitas pendidikan.

Namun seperti lagunya pak haji Rhoma Irama,” Sejalan dengan pembangunan”, maka sejak tahun 2001, SMA PGRI Sumberrejo mulai puret, tetapi puretnya cukup beralasan yakni sejalan dengan maraknya roda pembangunan itu tadi.sampai sampai buka sayembara, rekan wartawan , LSM , Angger bawa calon siswa untuk SMA PGRI Sumberrejo, ada bonus,Rp. 200.000,-“rausah ditulis pirang pirang halaman/kebet, koran , tabloid tentang vissi & missi, sing jelas mesti pintere dan cerdas. Nyatane hampir,semua perangkat desa kecamatan kanor, mesti ada cap stempel lulusan SMA PGRI Sumberrejo”, ujar Kasek SMA PGRI Yang pangkat,PNS golongan 4 C/ditandai lambang melati 3 di hendaknya pak Haji Tamyis, / kang Suro.

Lebih lanjut Abah Tamyis yang low profil, yakni pangkat,dhuwur tetapi peduli pendidikan dan peduli kesimbangan cuaca alam ini, dengan senjata “pena bertuah”, tiada henti berinovasi, yakni akan dibukannya pendidikan non Formal yakni System Privace, Kampung pendidikan bahasa inggris ,manggone di gedung SMA PGRI Sumberrejo, setelah jam sekolah formal. Dengan fasilitas biaya pendidikan,separoh dari biaya belajar bahasa inggris,di kediri. Alhamdulillah sudah dapat support dari ketua PGRI Bojonegoro, (Drs. Ali fatikhin, MPd). Dengan jargon “Global english camp”. Dengan anak didik nanti,tingkat SD/MI, SMP/Tsanawiyah, SMA, SMK, ALIYAH, Bayare murah, lulusane cakap coro ngomong inggris, tur bisa pulang sak,wayah wayah, tidak nginep, yang jauh bisa ngekost tetangga sebelah, harga makan juga lumayan murah.”,promo Abbah Haji,Tamyis. Yang tanggal 25 akan umroh ke tanah suci bersama istri , anak dan cucunya. Mumpung panen tembakau harga bagus.”.

“Merosote ,peminat SMA PGRI dikarenakan adannya SMA Negeri kanor, SMK Negeri Sumberrejo. Bahkan penerimaan,siswa baru kemarin kalah banyak untuk promo, yakni baju seragam, training, uang ongkos jahit 200 ribu, kalah dengan sekolahan lain yang notabene ongkos jahit ,Rp.500.000,- opo gak kujur. Tapi anggepen nandur jagung di pangan walang bido, hhhhh”.

Abbah Tamyis, adalah teladan tulen, untuk menyegarkan tanaman bunga di halaman sekolah ,rajin merawat, agar oksigen bersumber alam untuk semua pengguna gedung SMA PGRI Sumberrejo lancar, gratis. Dan wujud bersyukur adalah merawat. Disamping itu berbagai bibit pohon diberikan secara cuma cuma bila mau datang dan siap merawat. Intinya ini semua, bahwa alam,seisinya untuk manusia untuk dijaga kesimbangan. Terjadi malapetaka karena kedzaliman yakni merusak lingkungan. Ingat khan, lagunya pak haji,Rhoma,Irama “bila ada kedzaliman atas suatu bangsa, murka Tuhan, pasti datang sebagai peringatan.”, ulasan abbah H. Tamyis.

“Tolong konfirmasi ke Ali Fatikhin ya, perihal Global english camp, ini mungkin satu satu nya penata muda golongan 4 c, gelem siram siram sekolahan. Tolong untuk bibit pohon, gratis juga, asal mau menanam juga mau merawat. Lha kalau cuma gelem nandur, hualaah,sak pirang-pirang”.pungkasnya.

banner