Orang Tua Bantah Anaknya Bermesraan Saat digrebek Satpol-PP

  • Whatsapp

Bojonegoro – Kedua orang tua yang putra putrinya digrebek oleh Satpol-PP Kabupaten Bojonegoro pada hari kamis tanggal 7 mei 2020 di rumah kos jalan Panglima Sudirman 131 Bojonegoro, membantah jika saat itu anaknya bermesraan di dalam kamar.

Riwahono (50) warga Desa Babad Kecamatan Kedungadem Bojonegoro, selaku ayah dari Dita Andriani (22) dan Imam Rasidi (47) warga Desa Piyak Kecamatan Kanor Bojonegoro, selaku paman dari Mochamad Nurkhozin (26). Menegaskan jika kedua putra putrinya, tidak mungkin melakukan hal yang dituduhkan, dan tidak ada satupun bukti mengarah kesana.

” Tidak benar putri kami bermesraan saat digrebek pada Kamis 07 Mei 2020. Selain itu, putri saya sudah daftar di KUA dan mau nikah dengan putra kekasih pilihannya yang keduanya dituduh bermesraan. Saat ini masih terkendala adanya wabah corona. Saya seyakin yakinnya putri saya dan calon suaminya tidak bermesraan dan dalam penggrebekan tidak ada bukti satupun apabila putri saya dituduh bermesraan,” tegas Rihawono dalam jumpa pers, Minggu (10/05/2020).

Hal yang sama disampaikan Imam Rasidi, keluarganya telah meminta penjelasan kepada keponakannya dan menyatakan tidak sekalipun bermesraan dan berani dibuktikan dengan diperiksa kesehatan luar dalam ke dokter di rumah sakit. “Mohon maaf, keluarga saya diajarkan untuk memenuhi perintah agama dan aturan pemerintah. Sehingga tuduhan bermesraan atau perbuatan mesum atau kumpul kebo hanya dibuat buat tanpa ada bukti yang kuat. Saya menyayangkan tuduhan tersebut,” tegasnya.

Dari tuduhan yang tidak benar dan hanya isu semata tersebut, calon pengantin putra dan putri tersebut mengalami kerugian. Dikarenakan pihak tetangga dan rekan rekan keduanya mengucilkan bahkan membuat gangguan psikologi keduanya. Diakuinya keponakannya di rumah kos jalan Panglima Sudirman 131 Kecamatan Bojonegoro Kota, setiap malam mengantarkan calon istrinya ke rumahnya di Desa Babad
Kecamatan Kedungadem Bojonegoro.

Diantar pulang calon istrinya itu setiap pulang kerja dan saat digrebek, calon istri keponakannya sedang meminjam laptop komputer untuk menyelesaikan tugas kampus yang baru duduk di bangku semester dua.”Jadi keponakan saya dijamin tidak seperti yang dituduhkan dan calon istrinya selain bekerja, juga sebagai mahasiswi. Yang malam penggrebekan itu sedang menggunakan laptop komputer untuk tugas kampus,” jelasnya.

Mochamad Nurkhozin mengaku sangat tidak benar yang dituduhkan kepada dirinya dan calon istrinya. Dia saat penggrebekan Satpol PP pun tidak ada bukti yang mengarah kepada tuduhan. Sehingga dirinya siap disalahkan dan dikenakan undang undang yang berlaku, apabila melakukan perbuatan yang dilarang agama maupun pemerintah.”Mohon untuk tidak menuduh kami dengan tuduhan yang tidak manusiawi, apalagi penggrebekan kepada saya dan calon istri saya ini viral di media sosial dan jahat sekali keterangan keterangan yang menuduh kami,” katanya.

Begitupun diakui mahasiswi calon istrinya Dita Andriani, dirinya sangat menyayangkan tuduhan yang telah tersebar hingga menganggu aktifitasnya dalam tiga hari ini belakangan ini. Terbukti saat dirinya bersama calon suaminya diintrogasi di ruangan Satpol PP, berlangsung hanya kurang dari 15 menit dan kemudian disuruh pulang.”Berarti kami tidak terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan di dalam rumah kos,” katanya. Saat meminjam laptop komputer milik calon suaminya, untuk tugas kampus. Kondisi pintu kamar kos terbuka dan saat dirinya ke kamar mandi, pintu kos ditutup dan calon suaminya ada dibalik pintu. Bersamaan itu datang Satpol PP membawa dirinya dan calon suaminya ke Kantor Satpol PP. Karena tidak terbukti seperti yang dituduhkan, tidak kurang dari 15 menit dipulangkan.

  • Whatsapp

Pos terkait