Oknum Pengacara Di Bojonegoro Jadi Tersangka Penipuan Dan Penggelapan

oleh

Oleh: Didik Saprol

LintasBojonegoro.com,- Polres Bojonegoro dalam gelar press rilis di depan mapolres selain pengungkapan kasus narkoba, jajaran satreskrim berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan.

“Bermula dari laporan korban bernama Chobul Rohman warga tuban yang merasa di rugikan, polisi melakukan pegembangan dan penyelidikan.
Di ketahui pelaku yang berprofesi sebagai pengacara mempunyai banyak jaringan menjanjikan kepada korban bisa mempercepat proses pengajuan izin tambang di P2T Provinsi Jawa Timur dengan biaya murah dengan syarat membayar sejumlah uang sebagai pelicin , dan selama izin tambang belum turan tersangka menyuruh korban untuk segera memulai aktifitas kegiatan penambangan dengan alasan tersangka mempunyai banyak kenalan
pejabat kepolisian.

banner

“Karena pelaku seorang pengacara maka korban menyiapkan uang yang di minta pelaku senilai 309,000,000,- Tiga ratus sembilan juta rupiah. Uang itu untuk biaya keamanan serta akan disalurkan kepada Kapolres Bojonegoro dan Pejabat Polda Jatim.

“Dalam penangkapan petugas berhasil mengamankan barang bukti ,1 (satu) buah tas warna hitam, yang di dalamnya terdapat 1 (satu) buah senjata api jenis FN warna silver beserta magazine yang berisi 7 (tujuh) peluru, yang diduga suratnya palsu.1 (satu) pocket berisi sabu siap hisap,
2 (dua) buah pipet kaca, I (satu) buah bejana, (satu bendel foto copyan surat permohonan WIUP, 1 (salu) buah dompet berisi uang Rp. 400,000- (2) dua lembar cek kosong serta (4) empat buah buku tabungan dari bank yang berbeda, selain barang bukti di atas Petugas juga berhasil mengamankan (1)satu unit mobil Toyota Camry warna coklat No. Pol AG 1709-Yo, 1 (satu) unit mobil Honda Mobilio warna grey Nopol: L 1685 0, 1 (satu ) buah papan neon blok.”Terang AKBP Ary Fadli)

Atas perbuatanya tersangka M. AA SH Alias GUS A A Bin M yang di ketahui berasal dari surabaya ini dijerat pasal berlapis Pasal 378 KJHP dan atau pasal 372 KUHP, pasal I huruf ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951 dan pasal 117 ayat (1) UJ No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara hingga ancaman hukuman mati “Pungkas Kapolres”.(Red/Dik)

banner