Oknum LSM Minta Maaf, Unigoro Tunggu Dampak Lain

oleh

Lintasbojonegoro.com – Universitas negeri Bojonegoro (Unigoro) merasa dirugikan atas perbuatan salah satu oknum LSM di Bojonegoro. Pasalnya oknum LSM itu mengedarkan undangan acara dengan keterangan tempat di gedung Unigoro, padahal pihak Unigoro tidak pernah sekalipun dikonfirmasi terkait hal itu.

Akibat tindakan oknum LSM tersebut, pihak rektorat sering menerima telpon dan pertanyaan dari masyarakat mengenai acara tersebut. Hal itu membuat pihak rektorat merasa terganggu dan dirugikan dihadapan publik.

Akhirnya pada hari Selasa (13/02/2018) Lembaga Penegak Demokrasi Pantau Reformasi (LPDPR) yang beralamatkan di jalan mliwis putih Bojonegoro, mendatangi kampus Unigoro untuk meminta maaf.

banner

Pernyataan ini disampaikan oleh Kukuh mewakili dari pihak LSM LPDPR. Pihaknya mengaku salah atas tindakan lembaganya yang berakibat merugikan kampus Unigoro.

Kukuh menyebutkan terkait salah penyebutan tempat pelaksanaan kegiatan bakti sosial, pengajian, khitanan masal dan hadrah pihaknya meminta maaf.

“Memang benar kami akan melaksanakan kegiatan bakti sosial itu, dan kami telah salah menyebutkan tempat kegiatan tersebut. Pihak kita sekarang telah mengalihakan tempat kegiatan disalah satu gedung PCK di jalan Sawo Galing,” Kata Kukuh.

Selanjutnya untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang datang ke Unigoro, pihaknya akan menempatkan salah satu anggotanya di kampus Unigoro.

Sementara itu Dr. Tri Astuti Handayani SH, M.Hum sebagai wakil rektor 2 Unigoro menyampaikan karena ada etikat baik dari pihak LSM, Unigoro akan menunggu dampak lain.

Sampai saat ini kata dia dampak yang ditimbulkan masih bisa dimaafkan, selain itu sudah ada etikat baik dengan permintaan maaf.

” Ada permintaan maaf, kita masih tunggu jika ada dampak lain yang lebih baru akan kita laporkan ke pihak berwajib,” Jelasnya.

Sebenarnya masalah yang ditimbulkan oleh LSM ini sudah masuk dalam bentuk penipuan. Karena undangan itu tanpa konfirmasi dengan Unigoro dan acara ada kaitannya penarikan dana.

” Otomatis kita merasa dirugikan, karena ini masuk penipuan tapi kita tunggu saja.” pungkasnya.

banner