Nelayan dan Masyarakat Lamongan Lakukan Aksi Demo Terkait Larangan Cantrang

oleh
Demontrasi Nelayan dan Masyarakat Lamongan Terkait Pelarangan Cantrang

LintasBojonegoro.com – Ribuan masyarakat pantura lamongan,kemarin menggelar aksi unjuk rasa keprihatinan nelayan dan masyarakat perikanan lamongan, menuntut untuk pencabutan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan, Permen KP no.71 tahun 2016. Sebagaimana kita ketahui Permen KP yang merupakan turunan dari Permen sebelumnya yaitu Permen KP no.2 tahun 2015 melarang menggunakan alat tangkap pukat tarik payang / cantrang untuk di gunakan oleh nelayan dengan alasan tidak ramah lingkungan.

Sedangkan masyarakat lamongan pantura sebagian besar adalah pengguna alat tangkap itu. Mereka mengatakan bahwa tuduhan menteri KP adalah sangat tidak beralasan dan tanpa kajian. ini dapat di kebijakan ketika cantrang di tuduh merusak terumbu karang.

Sedang terumbu karang ada dalam perairan 12 mil ke bawah atau di laut dangkal. karena terumbu karang juga membutuhkan fotosintetis sinar matahari untuk kehidupannya, padahal nelayan yang menggunakan cantrang di atas kedalaman laut 12 mil.

banner

Secara logika adalah tidak berdasar, tapi kengototan menteri Susi yang sudah kalah sajian yang membuat nelayan kembali memperjuangkan legalitas cantrang, yang memang awalnya adalah sudah legal. “Bagaimana nasib kita kalau cantrang di larang dan tanpa memberi solusi tepat guna buat nelayan”, jelas Surofik, salah satu nelayan.

Sejak pukul 07.00 wib, massa nelayan mulai terlihat berkumpul di halaman kantor Rukun Nelayan Blimbing,ada yang pakai atribut dan properti alat peraga yang pakai dalam aksi tersebut.dan menyiapkan tanda janur kuning sebagai pertanda peserta resmi agar supaya tidak di tunggangi dan di susupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. dan pukul 09.00 wib di pimpin oleh Ketua Aliansi Nelayan Indonesia ( ANNI ) lamongan, Agus Mulyono.

Berangkat memulai long march menuju PPDI Brondong. Sebelum melakukan aksinya peserta aksi menyanyikan lagu indonesia raya dan sedikit pesan dari Kapolres lamongan, KBP Feby D.P Hutagalung, S.I.K, M.H. yang meminta semua bisa menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Saat tiba di lokasi Pusat Perdagangan dan Distribusi Ikan ( PPDI ) lamongan atau di Pelabuhan Baru,sejumlah perwakilan mulai berorasi di mimbar.menyuarakan bahwa sejak Januari sampai sekarang,meraka tidak bekerja. Betapa menderitanya mereka.sampai anak anaknya yang sekolah tidak dapat uang saku.

Sekitar pukul 12.00 wib,setelah semua menyampaikan apa yang menjadi keresahan dan ketidak adilan yang mereka rasakan,massapun membubarkan diri dengan tertib, aman dan terkendali,kondusif. ” Kami bersyukur,syukur alhamdulillah aksi ini berjalan dengan tertib,aman dan kondusif tanpa ada insiden sedikitpun. ucapan terima kasih kepada teman teman yang telah kompak dan tertib,semoga ini dapat menjadi awal jalan yang baik bagi kita semua”,tegas Eddy salah satu koordinator lapangan dalam aksi tersebut.

banner