Mutasi Jelang Pilkada Diduga Syarat Kepentingan Politik

oleh

Lintasbojonegoro.com – Bupati Bojonegoro Dr. H Suyoto MSI kembali melakukan mutasi pejabat di lingkup Pemkab Bojonegoro satu bulan sebelum lengser dari jabatan Bupati. Keputusan bupati itu diduga syarat akan kepentingan politik jelang Pilkada 2018 di Bojonegoro.

Indikasi dugaan muatan politik dalam mutasi itu semakin kental adanya, melihat salah satu bakal calon Bupati dalam pilkada Bojonegoro 2018 ini adalah Mahfudoh Suyoto yang merupakan isteri Kang Yoto.

Hal itu disampaikan wakil ketua DPRD kabupaten Bojonegoro Sukur Priyanto Jumat (09/02/2018) di gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya jelas sekali publik akan menduga bahwa mutasi dengan jumlah 393 pegawai itu syarat dengan kepentingan politik jelang Pilkada.

banner

” Sudah satu bulan mau lengser dari jabatan kenapa masih melakukan mutasi, ada apa?,” Kata Sukur.

393 pejabat yang dimutasi itu 281 diantaranya adalah jabatan kepala sekolah dari SD hingga SMP.

Selain mendekati lengser dari jabatan Bupati dan jelang Pilkada, dugaan kepentingan politik itu menurut Sukur semakin kuat karena isteri Bupati Suyoto ikut mencalonkan diri sebagai Bupati dalam pilkada.

” Sedangkan istri mencalonkan diri, masa jabatan tinggal sebulan,orang akan menduga syarat kepentingan,” Imbuhnya.

Jika Dari sisi regulasi, Undang – undang nomor 10 tahun 2016 jika sudah memasuki 6 bulan sebeluk jabatan Bupati berakhir, Bupati dilarang melakukan pergantian jabatan kecuali ijin dari Kemendagri.

Sukur mengingatkan kepada pemkab agar tetap menjaga berjalan sesuai rel, dan masyarakat tidak ikut dirugikan jika ada keputusan yang kurang tepat. ” Kita mengingatkan agar pelayanan terhadap masyarakat tidak terganggu saat momentum seperti ini.” Pungkasnya.

banner