Modal Menipis, PT BBS Minta Tambahan Dana Rp. 3 Milyar Ke Pemkab

oleh

Lintasbojonegoro.com – PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) kembali meminta tambahan dana sebesar Rp. 3 milyar ke pemkab Bojonegoro. Alasanya, untuk menjalankan rencana bisnisnya, PT BBS kekurangan dana karena modal yang dimiliki perusahaan tidak mencukupi.

Salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut kesulitan memenuhi permintaan pembayaran langsung kepada para penambang di wilayah sumur tua.

Padahal para penambang membutuhkan pembayaran langsung dari PT BBS setiap hari, sehingga tidak menunggu pencairan beberapa minggu dari PT Pertamina aset 4 field Cepu.

banner

Ketua komisi B DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, permintaan tambahan modal tersebut sudah dilayangkan BBS sejak lama.

Namun pihaknya juga harus melihat kemampuan BBS dalam memenuhi target PAD. ” Mereka tidak memiliki modal untuk menambah omzet di sumur tua,” Ujar Sigit.

Politisi partai Golkar itu mengaku siap menyetujui permintaan PT BBS jika ada kepastian dari pihak Pertamina untuk membeli minyak dari PT BBS.

Selain itu kata Sigit, manajemen BBS juga berjanji bakal memberikan PAD hingga mencapai Rp. 1 milyar jika permintaannya dipenuhi.

” Kalau melihat komitmen dari direktur siap memberi 1 milyar kita bisa setujui, tapi yang penting ada kejelasan dari pihak Pertamina.” Pungkasnya.

Seperti diketahui pada tahun 2017 lalu PT BBS sama sekali tidak menyetor PAD ke pemkab Bojonegoro. Sementara pada tahun 2018 ini dari hasil bisnis di sumur tua PT BBS menyetor PAD sebesar Rp. 135 juta. (Red)