Miris, Satpam Pemkab Hanya Digaji Rp. 400 Ribu Per Bulan

oleh

LintasBojonegoro.com – Bekerja siang malam tidak menjadi jaminan seorang pekerja mendapatkan upah/gaji yang layak dari perusahaan. Itu yang dialami oleh para satpam dilingkungan Kantor pemkab Bojonegoro.

Para satpam yang masih dalam massa training tersebut mendapatkan gaji yang sangat kecil. Dari pengakuan salah seorang satpam yang takut untuk disebutkan namanya mengatakan, setelah kerja 1 bulan dan dipotong hari libur, ia hanya mendapatkan gaji kurang lebih Rp. 400 ribu saja.

” Padahal dalam kontrak kerja tertulis Rp. 1,1 juta selama massa training,” Ujarnya.

banner

Gaji tersebut diterima olehnya melalui transfer Bank pada awal bulan April lalu. Menurutnya besaran gaji rata – rata teman satu angkatnya tidak jauh beda, bahkan ada yang lebih miris.

Seperti salah satu rekannya yang ditempatkan di RS. Sumberrejo, rekanya tersebut dalam satu bulan bahkan hanya menerima gaji dibawah Rp. 300 ribu saja.

Nilai tersebut sangat jauh dari apa yang tertulis di kontrak.

Yang sangat disayangkan lagi, para satpam ini juga tidak mendapatkan salinan kontrak kerjasama dari pihak perusahaan. ” Kontrak kerja dibawa perusahaan, kita tidak dikasih,” Imbuhnya.

Pihaknya sudah seringkali menanyakan, uang gaji yang tinggal 400 ribu itu di potong untuk apa saja. Tapi pihak perusahaan belum juga memberikan penjelasan.

Jika dibandingkan dengan UMK tahun 2018 Kabupaten Bojonegoro yang telah ditentukan melalui peraturan Gubernur sebesar Rp. 1.720.000, maka nilai gaji tersebut jauh dari standard.

” Kita kecewa karena tidak sesuai kontrak, uang 400 ribu untuk bensin saja tidak cukup,” Imbuhnya.

Meski mengalami permasalahan tersebut pihaknya juga belum berani melaporkan hal ini ke dinas perindustrian dan ketenagakerjaan kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu pihak PT Alumada Artha prima selaku perusahaan yang menaungi para satpam tersebut, ketika dihubungi LintasBojonegoro.com melalui sambungan seluler belum bisa memberikan jawaban.

banner