Miris, 15 Tahun Mengabdi Guru Honorer Tidak Bisa Ikut CPNS 2018

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Meski sudah 15 tahun 8 bulan mengabdi sebagai guru honorer di sekolah dasar, tidak membuat Surya (36) bisa mengikuti tes CPNS tahun 2018. Pasalnya usianya yang sudah diatas 35 tahun, secara otomatis tidak memenuhi syarat sebagai peserta tes CPNS 2018.

Bu Surya sapaan akrabnya saat ini tengah mengabdi di SD negeri Tambak merak 3 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro.

banner

Dari mengajar setiap hari jam 7 hingga 12 siang, ia mendapatkan tunjangan dari Pemkab Bojonegoro sebesar Rp. 750 ribu per bulan.

” Itupun baru dibayarkan tiga bulan sekali,” Kata Surya yang lelah usai mengikuti unjuk rasa Kamis (27/09/2018).

Selain itu, bu Surya juga menerima tambahan tunjangan dari dana BOS sebesar Rp. 300 ribu per bulan.

Pendapatan Bu Surya itu masih jauh dari upah minimum Kabupaten Bojonegoro sekitar Rp. 1.700.000 per bulan.

Apalagi jika dibandingkan dengan gaji guru PNS, kesenjanganya jauh lebih besar lagi. Pendapatannya sangat minim, padahal jumlah guru PNS di SD tempatnya mengajar hanya 3 orang, dan 5 orang lainya guru honorer.

Padahal beban kerja sebagai guru honorer sama dengan guru PNS. Bahkan saat ini ia harus memegang kelas 6 SD karena guru PNS ditempanya menjelang pensiun.

” Sekarang bagaimana nasib kita 15 tahun mengabdi, sedangkan mau ikut CPNS saja tidak bisa,” Imbuhnya.

Hal senada diungkapkan oleh seorang guru di SD Negeri Butuh 1 Kecamatan Sumberrejo yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga sudah mengabdi sebagai guru honorer selama 16 tahun. Sekarang usianya sudah menginjak 36 tahun dan otomatis juga tidak dapat mengikuti tes CPNS 2018.

Dari tunjangan pemkab ia mendapatkan sebesar Rp. 750 ribu per bulan, sedangkan dari dana BOS ia hanya mendapatkan 200 ribu per bulan.

” Apa gak miris itu, ya harapannya ada pengangkatan langsung untuk guru honorer seperti kita,” Ungkapnya.

Penghasilan sebesar itu, menurutnya sangat jauh dari kata cukup. Ia dan suaminya sama – sama menjadi guru honorer, sehingga untuk memenuhi kebutuhan ia harus mencari tambahan penghasilan.

” Suami saya juga honorer di sekolahan kecamatan trucuk, gaji segitu mana cukup mas,”Keluhnya usai mengikuti aksi.

Dengan melihat kondisi tersebut, Bu Surya dan ratusan temanya akhirnya memilih turun jalan untuk menyampaikan tuntutannya kepada pemerintah hari ini Kamis (27/09/2018) di Gedung DPRD Bojonegoro dan Pemkab Bojonegoro.

banner