Merasa Dicemarkan Namanya, Warga Desa Banjarjo Lapor Polisi

oleh

Reporter : Dian

Lintasbojonegoro.com — Seorang warga Desa Banjarejo bernama Muh. Hakim, (50) yang beralamatkan di Jalan Serma Maun No 18 Banjarejo, Bojonegoro melaporkan dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial ke Mapolres Bojonegoro Selasa (02/10/2018).

Laporan itu dilakukan olehnya gara-gara ia dan isteri dituduh enggelapkan sebuah mobil Ertiga warna putih yang telah dibeli olehnya (oper kredit).

banner

Dihadapan penyidik kepolisian Muh. Hakim mengatakan, dugaan pencemaran nama baik tersebut pertama kali diketahui olehnya dari temanya bernama Ashari (40) warga Soko Tuban pada Senin (01/10/2018).

Ashari memberikan screenshot percakapan di sebuah grup WhatsApp jual beli mobil.
“Hari Senin saya mendapatkan kabar tersebut dari Ashari,” Kata Muh. Hakim.

Dalam screenshot percakapan grup itu, Ahya Sofil M alias Amax (terlapor) warga Desa Tanjung Harjo Kecamatan Kapas, menguplod KTP milik Muh. Hakim dan isterinya, disertai dengan kalimat tuduhan bahwa Muh. Hakim membawa mobil orang dan tidak dikembalikan selama 4 hari.

Padahal menurut Muh. Hakim, mobil yang dimaksud telah dibeli olehnya, atau lebih tepatnya oper kredit dari pemilik sebelumnya. Dimana penyelesaian sudah dilakukan pada hari Senin (01/10/2018) di kantor finance.

” Total saya sudah mengeluarkan uang Rp. 24 juta, dan akan melanjutkan kredit, saya dan pemilik sebelumnya datang ke kantor dan menyerahkan uang,”Ujar Muh. Hakim.

Usai kejadian tersebut menimpanya, ia menjadi malu saat berkumpul dengan teman-temanya, serta beberapa diejek gara – gara ada tuduhan tersebut.

Selain itu kata Muh. Hakim, akibat kejadian tersebut pekerjaannya yang juga sebagai penjual mobil second ikut terganggu, karena nama baiknya tercemar dan menimbulkan ketidakpercayaan dari konsumen.

” Saya malu kalau ketemu teman, saya juga tidak dipercaya lagi, selain itu kasihan isteri saya yang ikutan KTP nya di uplod, gak bisa tidur semalaman.”Pungkasnya.

Muh. Hakim menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwajib agar, ada efek jera terhadap pelaku dan nama baiknya dipulihkan kembali.

banner